Berita Gorontalo
Serda Ishak Nur jadi Babinsa Terbaik Kabupaten Gorontalo karena Bangun Masjid dari Hasil Kebun
Babinsa yang bertugas di Koramil 1315-03/Tabongo ini dinobatkan sebagai Babinsa terbaik se-Kabupaten Gorontalo, bersama rekannya, Sertu Laode Kalawara
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sersan-Ishak-Nur-Kanan-menerima-penghargaan-Babinsa-terbaik-dari-Dandim-1315Kabupaten-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pengabdian tanpa batas yang dilakukan Serda Ishak Nur telah membuahkan penghargaan prestisius.
Babinsa yang bertugas di Koramil 1315-03/Tabongo ini dinobatkan sebagai Babinsa terbaik se-Kabupaten Gorontalo, bersama rekannya, Sertu Laode Kalawara.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo dan Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo dalam perayaan HUT Ke-2 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Senin (25/11/2024).
Dari total sekitar 250 Babinsa yang dinilai, Ishak dinilai menonjol karena keaktifannya di tengah masyarakat.
“Yang jelas, keaktifan kita di masyarakat itu jadi tolok ukur utama,” ujar Ishak saat ditemui TribunGorontalo.com.
Namun, kisah yang membawa Ishak ke puncak penghargaan ini tidak hanya tentang menjalankan tugas sebagai Babinsa.
Ada perjuangan besar yang ia lakukan bersama warga Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo: membangun ulang Masjid Al Muhajirin.
Tahun 2014, Ishak mulai bertugas di Kecamatan Dungaliyo.
Di sana, ia menyaksikan kondisi Masjid Al Muhajirin yang memprihatinkan.
Dinding retak, lantai rusak, dan atap yang bocor menjadi keluhan utama warga.
Sayangnya, berbagai upaya untuk mendapatkan bantuan eksternal tak membuahkan hasil.
“Saya dan masyarakat prihatin dengan kondisi masjid,” kenang Ishak.
Ketika warga mencoba mengumpulkan dana, banyak yang merasa kesulitan karena keterbatasan ekonomi. Ishak pun berpikir keras mencari solusi lain.
Akhirnya, pria kelahiran Mataram, 5 Februari 1981 ini menemukan ide unik: mengandalkan hasil kebun masyarakat.
“Sebagian besar warga di sini adalah petani. Jadi, mereka menyumbang hasil pertanian seperti ubi, jagung, pisang, kelapa, bahkan kayu dari batang kelapa,” jelasnya.
Hasil pertanian itu kemudian dijual, dan uangnya dikelola oleh panitia untuk membeli bahan bangunan. Dengan cara swadaya ini, pembangunan masjid dimulai pada September 2021.
Pengerjaan masjid dilakukan secara bergotong royong. Warga menyumbangkan tenaga mereka, sementara Ishak terus memotivasi dan memimpin jalannya proyek. Setelah 16 bulan, pembangunan selesai pada Oktober 2022.
Masjid yang awalnya hanya berukuran 5x7 meter kini berdiri kokoh dengan ukuran baru 11x12 meter, jauh lebih luas dan nyaman.
“Yang awalnya kita pikir mustahil, tapi kalau sudah diniatkan, pasti ada jalan,” ucap Ishak haru.
Ishak mengaku bersyukur atas dukungan masyarakat yang telah membantu mewujudkan impian bersama. Penghargaan yang diterimanya kini menjadi simbol pengakuan atas pengabdian yang tulus.
Pria yang jauh-jauh merantau dari Nusa Tenggara Barat ini terus menjadi inspirasi. Tinggal bersama istri dan anaknya di Kabupaten Gorontalo, Ishak tetap berkomitmen melayani masyarakat sebagai Babinsa yang humanis dan berdedikasi.
“Semoga apa yang kami lakukan bisa menginspirasi yang lain untuk terus membantu sesama,” pungkasnya.(*)
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.