Minggu, 8 Maret 2026

Berita Gorontalo

Serda Ishak Nur jadi Babinsa Terbaik Kabupaten Gorontalo karena Bangun Masjid dari Hasil Kebun

Babinsa yang bertugas di Koramil 1315-03/Tabongo ini dinobatkan sebagai Babinsa terbaik se-Kabupaten Gorontalo, bersama rekannya, Sertu Laode Kalawara

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Serda Ishak Nur jadi Babinsa Terbaik Kabupaten Gorontalo karena Bangun Masjid dari Hasil Kebun
HMS
Sersan Ishak Nur (Kanan), menerima penghargaan Babinsa terbaik dari Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pengabdian tanpa batas yang dilakukan Serda Ishak Nur telah membuahkan penghargaan prestisius.

Babinsa yang bertugas di Koramil 1315-03/Tabongo ini dinobatkan sebagai Babinsa terbaik se-Kabupaten Gorontalo, bersama rekannya, Sertu Laode Kalawara.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo dan Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo dalam perayaan HUT Ke-2 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Senin (25/11/2024).

Dari total sekitar 250 Babinsa yang dinilai, Ishak dinilai menonjol karena keaktifannya di tengah masyarakat.

“Yang jelas, keaktifan kita di masyarakat itu jadi tolok ukur utama,” ujar Ishak saat ditemui TribunGorontalo.com.

Namun, kisah yang membawa Ishak ke puncak penghargaan ini tidak hanya tentang menjalankan tugas sebagai Babinsa.

Ada perjuangan besar yang ia lakukan bersama warga Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo: membangun ulang Masjid Al Muhajirin.

Tahun 2014, Ishak mulai bertugas di Kecamatan Dungaliyo.

Di sana, ia menyaksikan kondisi Masjid Al Muhajirin yang memprihatinkan.

Dinding retak, lantai rusak, dan atap yang bocor menjadi keluhan utama warga.

Sayangnya, berbagai upaya untuk mendapatkan bantuan eksternal tak membuahkan hasil.

“Saya dan masyarakat prihatin dengan kondisi masjid,” kenang Ishak.

Ketika warga mencoba mengumpulkan dana, banyak yang merasa kesulitan karena keterbatasan ekonomi. Ishak pun berpikir keras mencari solusi lain.

Akhirnya, pria kelahiran Mataram, 5 Februari 1981 ini menemukan ide unik: mengandalkan hasil kebun masyarakat.

“Sebagian besar warga di sini adalah petani. Jadi, mereka menyumbang hasil pertanian seperti ubi, jagung, pisang, kelapa, bahkan kayu dari batang kelapa,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved