Berita Viral
Bocah Perempuan Ini Selalu Bawa Sajam Saat Tidur Akibat Trauma Dilecehkan Paman
Seorang bocah perempuan ini selalu membawa senjata tajam (sajam) saat hendak tidur. Hal itu dia lakukan sebab dia memiliki trauma kepada pamannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/awouied7vnhiefnbvlkfv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang bocah perempuan ini selalu membawa senjata tajam (sajam) saat hendak tidur.
Hal itu dia lakukan sebab dia memiliki trauma kepada pamannya.
Diketahui pamannya sering melecehkan dirinya saat dirinya sedang tidur.
Hal itu yang membuat bocah ini dengan berani selalu menyimpan sajam di bawah bantalnya ketika hendak tidur.
Kedua orangtua bocah ini sudah lama berpisah.
Hal ini terjadi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Baca juga: Viral! ASN Dinas PUPR Digebrek Mesum dengan Pegawai di Toilet Disabilitas, Bagaimana Nasibnya?
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Endah Kurniawati mengatakan korban pelecehan seksual oleh pamannya berasal dari keluarga broken home.
"Orang tua anak itu pisah dan ayah anak itu (korban) menikah lagi. Suaminya tidak di Nunukan. Sehingga istri atau ibu korban menjadi tulang punggung keluarga," kata Endah Kurniawati kepada TribunKaltara.com, Rabu (20/11/2024), sore.
Ibu korban yang berusaha mencari nafkah sendiri, kerap kali menitipkan anaknya pada pamannya yang sudah memiliki istri dan anak.
"Suatu ketika ibunya berangkat ke Sulawesi dan tiga anaknya dititipkan ke kelurganya yang berstatus paman. Anak yang jadi korban pelecehan seksual itu anak kedua dan ketiga," ucap Endah.
Lanjut Endah,"Saat ibunya pulang dari Sulawesi, anak paling kecil ngomong ke ibunya, bunda jantung itu ini ya, sembari menunjukkan ke arah kelaminnya. Lalu, bundanya tanya, siapa yang ajarin, kata anak itu dengan polosnya, paman ajarin," tambahnya.
Baca juga: Viral! Gegara WA Diblokir, Pekerja Proyek Nyaris Tikam Rekan Kerjanya di Sulsel
Endah menduga kuat paman korban telah melecehkan ponakannya yang masih polos itu.
Akibat pelecehan seksual yang dialaminya, anak kedua mengalami trauma berat hingga membawa senjata sajam (Sajam) dan meletakkan di kasurnya saat tidur.
"Anak kedua itu, tidak mau dilakukan BAP (berita acara pemeriksaan) kepolisian. Kerap kali melontarkan perkataan kasar ketika diajak ngomong. Bahkan kalau tidur sampai bawa Sajam dan diletakkan di kasur. Dia tidak mau didekatin orang dan tidak mau direhab," tuturnya.
DSP3A Nunukan mengungkapkan fenomena kasus pelecehan terhadap anak, mayoritas terjadi di rumah dengan pelaku orang terdekat.
Belakangan ini kasus pelecehan seksual yang menyeret anak dan perempuan di Kabupaten Nunukan masif terjadi.