Berita Internasional
Putra Trump Kritik Kebijakan Amerika untuk Ukraina, Sebut Bisa Memicu Perang Dunia Ke-3
Kebijakan luar negeri AS di bawah Biden kini menjadi sorotan. Banyak yang mempertanyakan apakah eskalasi ini merupakan langkah strategis atau justru m
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Putra-Donald-Trump-kritik-kebijakan-Joe-Biden-soal-izin-penggunaan-rudal-jarak-jauh-di-Ukraina.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Donald Trump Jr, putra mantan Presiden Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Presiden Joe Biden.
Diketahui, rencan Joe Biden itu yakni mengizinkan Ukraina menggunakan misil jarak jauh dalam serangan ke Rusia.
Kebijakan ini, menurut Trump Jr, bisa memicu eskalasi besar yang berpotensi berujung pada Perang Dunia III.
"Kompleks Industri Militer tampaknya ingin memastikan Perang Dunia III dimulai sebelum ayah saya punya kesempatan menciptakan perdamaian dan menyelamatkan nyawa," cuit Trump Jr di media sosial.
Ia menuduh kebijakan tersebut lebih didorong oleh kepentingan ekonomi daripada kemanusiaan.
"Mereka hanya peduli mengamankan triliunan dolar. Nyawa manusia diabaikan! Orang-orang bodoh!"
David Sacks, seorang pendonor utama kampanye Trump, juga menyuarakan keprihatinannya.
Ia menyebut kebijakan Biden sebagai langkah yang berisiko memperburuk situasi global.
"Presiden Trump mendapat mandat jelas untuk mengakhiri perang di Ukraina. Tapi apa yang dilakukan Biden? Dia justru meningkatkan eskalasi besar-besaran di penghujung masa jabatannya," kata Sacks.
"Apakah dia sengaja menciptakan krisis untuk diwariskan kepada Trump?"
Donald Trump, yang diproyeksikan akan kembali ke Gedung Putih pada Januari, telah menjadikan penghentian perang di Ukraina sebagai salah satu janji utamanya.
Dalam berbagai kesempatan, Trump menegaskan bahwa dirinya mampu menciptakan perdamaian dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Namun, langkah Biden yang mengizinkan Ukraina menggunakan misil jarak jauh dianggap dapat menyulitkan Trump saat kembali menjabat.
Kebijakan ini diperkirakan akan memperburuk ketegangan, terutama dengan Rusia, dan menempatkan dunia dalam risiko konflik lebih besar.
Sementara itu, di tengah kritik keras, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus mendesak dukungan penuh dari AS untuk melawan serangan Rusia.