Jumat, 6 Maret 2026

Menteri Prabowo Gibran

Sama-sama Pilih Loyalis Masuk Kabinet, Prabowo Subianto dan Donald Trump Dinilai Mirip

Prabowo Subianto Presiden republik Inodnesia dinilai mirip dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Sama-sama Pilih Loyalis Masuk Kabinet, Prabowo Subianto dan Donald Trump Dinilai Mirip
CNBC Indonesia
Foto Kolase Presiden AS, Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. (AP Photo) 

"(Tapi) Gaetz akan melakukan apa yang dikatakan Trump, itulah sebabnya dia dipilih," kata seorang sumber dekat Trump, kepada Reuters.

Loyalis lainnya yang ditunjuk Trump pekan ini adalah Tulsi Gabbard, sebagai direktur intelijen nasional yang akan membawahi 18 badan mata-mata di AS.

Gabbard adalah mantan politisi Partai Demokrat yang membelot ke Republik lalu jadi pendukung tulen Trump.

Reuters menuliskan, Gabbard sedikit sekali pernah bersentuhan langsung dengan urusan intelijen.

Nama lainnya adalah Pete Hegseth, komentator di stasiun televisi Fox News yang ditunjuk menjadi menteri pertahanan.

Hegseth memang seorang veteran perang, namun pendukung Trump ini tidak pernah menjadi petinggi militer atau menempati jabatan publik sebelumnya.

Selain itu dia tengah diselidiki atas tuduhan pelecehan seksual pada 2017, seperti yang diberitakan CNN.

Untuk posisi menteri dalam negeri, Trump menunjuk Gubernur Dakota Utara Doug Burgum.

Dia sempat menjadi rival Trump pada nominasi capres Partai Republik, namun Burgum mundur lalu turut menyokong kampanye Trump.

Burgum kerap muncul mengkampanyekan Trump di televisi dan acara penggalangan dana.

Yang mengejutkan lagi adalah penunjukan Elon Musk, CEO Tesla dan pemilik X, sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan atau DOGE.

Musk adalah pendukung Trump yang disebut telah merogoh kocek hingga US$200 juta atau lebih Rp3 triliun untuk kampanye pemenangan Trump, seperti diberitakan Associated Press.

Analisis Pakar Politik

Dr Teuku Rezasyah, dosen hubungan internasional di Universitas Padjadjaran dan President University, mengatakan bahwa secara kasat mata mungkin para loyalis ini terlihat tidak kompeten namun dia yakin pastinya Trump tidak sembarangan dalam menjatuhkan pilihan.

"Trump tentunya sudah mendapat informasi yang amat andal perihal mereka dari FBI dan CIA," kata Teuku kepada CNA. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved