Tribun Podcast
Perjalanan Karier Sutenty Lamuhu, Dari Tenaga Honorer Gorontalo hingga Ketua KPU Bone Bolango
Sebelum menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Bolango, ia sempat bekerja sebagai tenaga honorer.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sutenty-Lamuhu-bercerita-perjalanan-hidupnya-di-Podcast-Tribun-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM. Gorontalo – Sutenty Lamuhu memiliki perjalanan karier cukup panjang.
Sebelum menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Bolango, ia sempat bekerja sebagai tenaga honorer.
Dalam podcast TribunGorontalo yang dipandu oleh jurnalis Arianto Panambang, Sutenty Lamuhu bercerita tentang masa kecilnya di Desa Lompotoo.
Menurut Sutenty, Desa Lompotoo menjadi landasan yang mengajarkan banyak hal tentang ketangguhan dan kebersamaan.
"Desa tempat saya tumbuh memberikan banyak dinamika kehidupan yang menempa saya menjadi pribadi seperti sekarang," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (17/11/2024).
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Makassar pada 2004, Sutenty kembali ke kampung halamannya.
Ia memulai kariernya sebagai tenaga honorer di bagian kehumasan Pemda Kabupaten Bone Bolango.
Meski sederhana, awal karier ini memberikan pelajaran berharga dan menjadi bekal dia untuk karier berikutnya.
"Saya mengawali perjalanan ini dengan berkontribusi di bagian kehumasan selama satu tahun," kenangnya.
Namun, perjalanan Sutenty tak berhenti di situ. Pada 2005, dia melangkah lebih jauh dengan bergabung sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Provinsi Gorontalo.
Di sana, dia menghabiskan waktu enam bulan mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan pengalaman langsung dalam membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Setelah itu, tahun 2006 membawa Sutenty ke langkah baru dalam kariernya, ketika ia diterima sebagai sekretaris di Kawasan Industri Agro Terpadu, Kecamatan Suwawa.
Di sana, ia bekerja hingga 2008 dan semakin terlibat dalam dunia pemberdayaan masyarakat.
Dia mulai menjadi pendamping Program Sarjana Penggerak Pendamping Pedesaan (SP3), yang mengajarkan banyak tentang dinamika sosial di desa-desa.
"Di sini saya belajar banyak tentang cara kerja masyarakat pedesaan dan bagaimana membantu mereka mengatasi tantangan yang mereka hadapi," tuturnya.
Tidakk lama setelah itu, Sutenty semakin mendalami dunia pemberdayaan masyarakat melalui Program EGSLP (Environmental Governance and Sustainable Livelihood Project), yang didanai oleh CIDA.
Kata dia, selama tujuh tahun dirinya menjadi bagian dari tim yang mengawal program berfokus pada daerah aliran sungai dan isu lingkungan yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Sutenty bilang saat program EGSLP berakhir, dia melanjutkan peran pentingnya dengan bergabung dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, yang dikoordinasikan oleh Bank Dunia dan Kementerian Dalam Negeri.
Ketika program ini berganti menjadi Program Pendamping Desa di bawah Kementerian Desa, Sutenty tetap setia menjadi fasilitator kabupaten hingga 2018, mengembangkan ekonomi desa dan mendampingi masyarakat untuk meraih kemandirian.
Namun, karier Sutenty mencapai babak baru ketika dia bertemu dengan seorang mantan komisioner KPU yang memberi wawasan tentang dunia pemilu.
Pada tahun 2018, dengan bekal pengalaman pemberdayaan masyarakat yang luas, Sutenty merasa siap untuk ikut serta dalam rekrutmen komisioner KPU.
"Berbekal pengalaman di berbagai program pemberdayaan masyarakat, saya merasa siap untuk memberikan kontribusi di bidang pemilihan umum," ujarnya penuh keyakinan.
Perjalanan Sutenty dari tenaga honorer hingga menjadi Ketua KPU Bone Bolango bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga bukti nyata dedikasinya terhadap masyarakat.
Dia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif, dalam menyelenggarakan pemilu yang bebas dan adil.
"Saya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil," tegasnya.
Jangan Ketinggalan Update Berita Peristiwa, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.