Berita Internasional
Hendak Mencuri di Mahkamah Agung, Pria Ini Malah Meledakan Diri karena Gagal
Juru bicara Lula mengatakan bahwa pada Rabu malam, pemimpin kiri tersebut berkumpul di kediaman presiden bersama Kepala Polisi Federal Andrei Rodrigue
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-di-depan-gedung-Mahkamah-Agung-Brasil-pada-malam-kejadian.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria yang gagal melakukan upaya untuk membobol Mahkamah Agung Brasil tewas dalam ledakan yang terjadi di luar gedung tersebut pada hari Rabu (13/11/2024).
Dua ledakan keras terdengar sekitar pukul 19.30 setelah sesi sidang hari itu selesai, dan semua hakim serta staf berhasil meninggalkan gedung dengan selamat.
Pemadam kebakaran setempat mengonfirmasi bahwa seorang pria tewas di lokasi kejadian di ibu kota Brasilia, namun identitasnya belum diungkapkan.
Celina Leão, Wakil Gubernur Distrik Federal Brasil, menyebutkan bahwa tersangka sebelumnya meledakkan bahan peledak di dalam mobil yang diparkir di area parkir Kongres, namun insiden tersebut tidak menimbulkan korban luka.
"Langkah pertama yang dia lakukan adalah meledakkan mobil. Kemudian dia mendekati Mahkamah Agung dan mencoba masuk ke gedung. Dia gagal, dan kemudian terjadi ledakan lainnya," kata Leão dalam konferensi pers.
Media lokal melaporkan bahwa mobil yang meledak tersebut milik anggota Partai Liberal Brasil, partai yang sama dengan mantan Presiden Jair Bolsonaro.
Leão mengatakan hanya penyelidikan yang akan menentukan apakah pemilik mobil tersebut adalah orang yang sama dengan pria yang tewas dalam ledakan.
Leão juga menyarankan agar Kongres ditutup pada hari Kamis untuk menghindari potensi risiko lebih lanjut.
Senat Brasil mengikuti rekomendasi tersebut, sementara majelis rendah akan ditutup hingga siang hari, kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Arthur Lira.
"Itu bisa saja dilakukan oleh seorang pelaku tunggal, seperti yang kita lihat di berbagai tempat di dunia," kata Leão.
"Kami menganggap ini sebagai bunuh diri karena hanya ada satu korban. Namun, penyelidikan akan mengungkap apakah itu benar demikian," katanya.
Leão menambahkan bahwa hanya pihak forensik yang dapat mengidentifikasi jenazah tersebut, yang tetap berada di luar Mahkamah Agung selama tiga jam setelah ledakan.
Ledakan di luar Mahkamah Agung terjadi sekitar 20 detik terpisah di Plaza Tres Poderes di Brasilia, tempat gedung-gedung pemerintahan utama Brasil, termasuk Mahkamah Agung, Kongres, dan Istana Kepresidenan, berada.
Kata juru bicara José Chrispiniano, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva tidak berada di Istana Kepresidenan yang terletak di sebelahnya saat kejadian.
Polisi telah memblokir seluruh akses ke area tersebut, dan biro keamanan kepresidenan melakukan pemeriksaan di sekitar kawasan Istana Kepresidenan.