Debat Pilkada Kabupaten Gorontalo

Bahas Isu Radikalisme, 4 Calon Wakil Bupati Gorontalo Adu Gagasan

Dalam debat terbuka kedua yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo di Grand Misfalah Limboto

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto
Para paslon bupati Gorontalo membeberkan gagasan masing-masing di debat kedua Pilkada Kabupaten Gorontalo pada Rabu (13/11/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Isu radikalisme termasuk salah satu topik yang dibahas dalam debat kedua Pilkada Kabupaten Gorontalo di Grand Misfalah Limboto pada Rabu (12/11/2024) malam.

Para calon wakil bupati dari empat pasangan kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan strategi mereka dalam menangani potensi radikalisme di Kabupaten Gorontalo.

Pertanyaan ini dilatarbelakangi laporan adanya dugaan paham radikal di wilayah tersebut yang dianggap berpotensi mengancam kerukunan umat beragama.

Pasangan calon nomor urut dua, Tonny Junus, menyatakan bahwa 99 persen masyarakat Kabupaten Gorontalo beragama Islam, sehingga penting untuk memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di wilayah ini. 

Tonny menekankan perlunya dukungan anggaran untuk FKUB agar dapat melakukan pembinaan dan mengurangi potensi radikalisme di masyarakat.

Ia menekankan konsep "modernisasi beragama" yang mempromosikan cara beragama tanpa ekstremisme, serta mendorong toleransi antar umat beragama.

Baca juga: 4 Pasangan Calon Bupati Gorontalo Beda Pandangan soal Ketimpangan Pembangunan Wilayah 

Paslon nomor urut 3, Adnan Entengo, mengungkapkan kekhawatirannya atas laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang menyebut Provinsi Gorontalo sebagai wilayah dengan potensi radikalisme tertinggi kedua setelah Aceh.

Untuk mengatasi masalah ini, Adnan menekankan pentingnya kolaborasi antara umat beragama dan penguatan FKUB.

Ia juga menyarankan sosialisasi sadar hukum melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum, serta pengawasan intensif di tingkat desa hingga kecamatan.

Wasito Sumawiyono, calon wakil bupati dari pasangan nomor urut empat, juga mengutarakan pandangannya. Menurut Wasito, pendidikan toleransi bagi generasi muda sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran paham radikal.

Ia mengusulkan pembentukan Badan Koordinasi Antar Umat Beragama dan penguatan forum-forum kerukunan antar agama, terutama di kalangan pemuda dan di sekolah-sekolah.

Terakhir, calon wakil bupati dari pasangan nomor urut satu, Sohidin, menyampaikan pentingnya meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait moderasi beragama.

Sohidin mengusulkan pembentukan forum diskusi lintas agama di setiap desa dan kelurahan sebagai upaya untuk mempromosikan toleransi beragama secara luas di masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Debat ini memberi kesempatan kepada para kandidat untuk memperkenalkan strategi yang dapat membawa Gorontalo menuju kehidupan yang lebih damai dan harmonis, dengan berbagai pendekatan yang diusulkan dalam menangani potensi radikalisme di wilayah ini. 

Masyarakat Gorontalo kini memiliki lebih banyak informasi terkait pandangan para calon wakil bupati dalam menjaga kerukunan dan keamanan di wilayah mereka. 

 

>>> Klik Link Streaming Tribun Gorontalo di Facebook dan YouTube.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved