Rabu, 4 Maret 2026

Debat Pilkada Kabupaten Gorontalo

4 Pasangan Calon Bupati Gorontalo Beda Pandangan soal Ketimpangan Pembangunan Wilayah 

Dalam debat terbuka kedua diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, Rabu (13/11/2024).

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 4 Pasangan Calon Bupati Gorontalo Beda Pandangan soal Ketimpangan Pembangunan Wilayah 
TribunGorontalo.com/Herjianto
Suasana debat kedua Pilkada Kabupaten Gorontalo di Grand Misfalah Limboto, Rabu (13/11/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam debat terbuka kedua diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, Rabu (13/11/2024).

Empat paslon beradu gagasan terkait ketimpangan pembangunan wilayah di Kabupaten Gorontalo.

Acara yang berlangsung di Grand Misfalah Limboto pada Rabu (13/11/2024) ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para kandidat untuk menjabarkan rencana pembangunan dan mengatasi isu ketidakmerataan pembangunan.

Debat yang dibuka dengan sambutan dari Plt Ketua KPU Gorontalo, Windarto Bahua. Memasuki memberikan kesempatan kepada pasangan nomor urut dua, Sofya Puhi dan Tonny Junus, untuk mengambil subtema "Pembangunan".

Moderator debat kemudian melontarkan pertanyaan terkait strategi mereka dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah yang maju, seperti Telaga dan Limboto, dengan wilayah yang masih tertinggal, terutama di kawasan pesisir dan pedesaan.

Dalam jawabannya, Sofyan Puhi menekankan pentingnya pemerataan pembangunan yang dimulai dari pemetaan kebutuhan tiap wilayah secara detail.

Menurut Sofyan, saat ini terdapat ketimpangan besar antara desa-desa di sekitar pusat kota dan desa-desa di pinggiran, yang dinilainya kurang mendapat perhatian. 

“Kami ingin efektifitas pembangunan yang dimulai dari pedesaan, berbasis pada data yang kuat sehingga kami dapat memetakan kebutuhan spesifik, seperti infrastruktur, akses pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sofyan.

Pernyataan dari paslon nomor dua kemudian ditanggapi oleh pasangan nomor urut tiga, Roni Sampir dan Adnan Entengo.

Mereka menyatakan bahwa fokus pembangunan harus menyentuh potensi lokal yang ada di setiap wilayah, khususnya di daerah pesisir yang kaya akan potensi perikanan.

Mereka mengusulkan penambahan infrastruktur dan fasilitas bongkar muat untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

Pasangan nomor urut empat, Hendra Hemeto dan Wasito Sumawiyono, juga memberikan tanggapan.

Hendra menyoroti pentingnya perencanaan realistis dalam pembangunan wilayah dan menjelaskan bahwa pemerintahannya telah membangun jalan sepanjang 644 kilometer di berbagai kawasan.

Ia menekankan perlunya menjaga keseimbangan anggaran agar pembangunan tetap berkelanjutan.

Baca juga: Inilah Sosok Perumus dan Panelis Debat Kedua Pilkada Kabupaten Gorontalo

Pasangan nomor urut satu, Syam T Ase dan Sohidin, menutup segmen ini dengan mengusulkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved