Niat Mau Healing, Tukang Siomay Malah Cekik PSK 5 Menit hingga Tewas, Terungkap Alasannya
Tukang siomay ini berencana mau healing untuk melepaskan penat. Ia pun membayar jasa Pekerja Seks Komersil (PSK). Namun, bukannya kenikmatan yang dida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/vawerfhskdnvckajsdvn.jpg)
"Iya (ada dugaan pembunuhan)," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar melalui pesan singkat, Sabtu (9/11/2024).
Korban perempuan tanpa identitas ini ditemukan dengan posisi tubuh tertelungkup dengan memakai baju tidur warna putih bermotif gambar dengan corak cokelat.
Ada tato burung hantu di tangan kiri korban.
Kemudian terdapat darah keluar dari mulut korban yang tercecer di lantai kamar hotel.
"Iya ada bekas cekikan di leher," beber Irwan.
Korban menginap di kamar hotel pada Rabu (6/11/2024) pukul 01.00 WIB.
Pemesan kamar nomor 24 yang ditempati korban diduga adalah seorang pria.
Kemudian pemesanan kamar hotel diperpanjang hingga Jumat (8/11/2024) siang.
Petugas hotel lalu mengingatkan pada Jumat siang untuk keluar kamar atau check-out.
Namun tidak ada respon dari dalam kamar.
"Petugas hotel lalu membuka dengan kunci cadangan pada Sabtu (9/11/2024) pagi," ujar Kapolrestabes.
Ketika membuka pintu kamar di lantai dua hotel tersebut, petugas sempat mencium bau menyengat yang dikira bangkai tikus.
Petugas hotel lalu meminta petugas kebersihan untuk mencari sumber bau dan membersihkannya.
"Saksi ini lalu melihat korban di bawah kolong tempat tidur dengan posisi tertelungkup dan wajah korban ditutupi jaket," sambung Irwan.
Sejumlah petugas hotel menuturkan kepada polisi bahwa korban mendatangi hotel dengan berjalan kaki.
Kemudian seseorang pria yang identitasnya digunakan untuk memesan kamar tidak terlihat membawa wanita masuk ke kamar hotel yang menjadi lokasi penemuan mayat wanita tersebut.
"Ya kasus ini masih dalam penyelidikan," beber Irwan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat Healing Tukang Siomay Malah Cekik PSK Usai Ngamar di Semarang, Tidur dengan Jenazah Korban