Niat Mau Healing, Tukang Siomay Malah Cekik PSK 5 Menit hingga Tewas, Terungkap Alasannya
Tukang siomay ini berencana mau healing untuk melepaskan penat. Ia pun membayar jasa Pekerja Seks Komersil (PSK). Namun, bukannya kenikmatan yang dida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/vawerfhskdnvckajsdvn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tukang siomay ini berencana mau healing untuk melepaskan penat.
Ia pun membayar jasa Pekerja Seks Komersil (PSK) dan memesan salah satu kamar di hotel Johar, Jalan Mpu Tantular, Purwodinatan, Semarang, Jawa Tengah.
Namun, bukannya kenikmatan yang didapat melainkan berurusan dengan polisi.
Tukang siomay ini malah mencekik PSK yang dibayarnya sekama 5 menit hanya karena tak wajahnya tak sesuai keinginannya.
Alhasil, PSK ini pun tewas di tangannya.
Dalang pembunuhan wanita yang ditemukan tewas di kolong tempat tidur hotel di Semarang terbongkar.
Baca juga: Mayat Tak Beridentitas Ditemukan di Kamar Hotel, Diduga Korban Pembunuhan
Pelakunya ialah tukang siomay bernama Eko Prasetyo (22).
Terungkap juga korban yang memiliki tato burung hantu itu adalah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dipesan si tukang siomay via MiChat.
Sebelumnya korban ditemukan dengan kondisi tragis di kolong tempat tidur hotel di Semarang Tengah, Kota Semarang.
Tersangka ditangkap tak kurang dari 24 jam selepas mayat ditemukan.
"Iya tersangka telah ditangkap," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar melalui pesan singkat, Minggu (10/11/2024).
Tribunnews.com merangkut sejumlah fakta aksi ngamar berujung maut tersebut:
Baca juga: Kondisi Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hotel, Ada Bekas Cekikan dan Darah Kering
1. Tukang Siomay Cekik PSK Karena Dihina Gembrot
Penjual siomay asal Semarang, Eko Prasetyo (22) ditangkap polisi usai menghabisi nyawa Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dipesannya via MiChat.
Peristiwa ngamar berujung maut di kamar hotel ini dipicu rasa sakit hati pelaku karena dihina gembrot oleh korban inisial NJS (25).
Eko mengaku setelah hubungan berbayar dengan korban selesai, ia langsung mencekik korbannya di kamar hotel nomor 24 pada Kamis (7/11/2024).