Niat Mau Healing, Tukang Siomay Malah Cekik PSK 5 Menit hingga Tewas, Terungkap Alasannya
Tukang siomay ini berencana mau healing untuk melepaskan penat. Ia pun membayar jasa Pekerja Seks Komersil (PSK). Namun, bukannya kenikmatan yang dida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/vawerfhskdnvckajsdvn.jpg)
Alasan Eko melakukan tindakan tersebut karena tersinggung dengan perkataan korban yang menghina fisiknya.
"Saya merasa sakit hati karena korban menghina saya sebagai orang gemuk alias gembrot dan menyebut saya merepotkan dengan pemesanan ini," ujar Eko saat di Mapolrestabes Semarang, Senin (11/11/2024).
2. Niat Mau Healing, Tukang Siomay Malah Tambah Masalah Cekik PSK
Eko, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual siomai, mengatakan datang ke Semarang untuk "healing" dan menghindari masalah di rumah.
Ia memesan layanan perempuan melalui aplikasi Michat, dengan kesepakatan tarif Rp500 ribu per jam.
Namun, saat bertemu, Eko mengaku kecewa karena penampilan korban berbeda dari ekspektasinya di foto aplikasi.
Setelah menawarkan uang Rp100 ribu untuk membatalkan transaksi, yang kemudian ditolak korban, Eko memutuskan melanjutkan transaksi.
Namun, ketika korban kembali melontarkan perkataan yang menyinggungnya, Eko terbakar emosi dan mencekik korban hingga tewas.
3. Sempat Nginap Bersama Mayat Korban Sebelum Kabur ke Boyolali
Setelah itu, Eko meninggalkan jasad korban di kamar mandi selama beberapa jam sebelum akhirnya memindahkannya ke bawah ranjang.
Ia mengaku sempat menginap satu malam bersama mayat korban sebelum melarikan diri ke Boyolali keesokan harinya.
Korban baru ditemukan pada Sabtu (9/11/2024) oleh petugas hotel.
Polisi kemudian berhasil menangkap Eko di Terminal Lama Boyolali pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.
Ketika ditangkap, Eko tampak tanpa menunjukkan penyesalan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, ini merupakan pemesanan ketiga Eko melalui aplikasi kencan.