Siswa Gorontalo Dibuli
BREAKING NEWS : Bocah SD di Kabupaten Gorontalo Dibuli Teman Kelasnya, Orang Tua Lapor Polisi
Kepala Bidang Diknas Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Frengki Pomalingo, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan tersebut.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gorontalo menjadi korban dugaan perundungan yang dilakukan oleh teman sekelasnya.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (7/10/2024) di sekitar sebuah lokasi karaoke di daerah tersebut, dan dilaporkan oleh orang tua korban ke Polda Gorontalo keesokan harinya.
Kepala Bidang Diknas Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Frengki Pomalingo, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan tersebut.
"Informasi yang saat ini kita terima memang benar adanya kasus tersebut," ujar Frengki kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (9/11/2024).
Frengki mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika para siswa diminta melaksanakan Salat Dzuhur.
Korban yang tidak membawa perlengkapan salat diduga menjadi sasaran perundungan oleh seorang siswa lainnya.
"Informasi hanya ada satu terduga pelaku. Nanti kami akan sampaikan lebih jelasnya," jelas Frengki.
Mengetahui kejadian itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo melalui Korwil Kecamatan setempat telah berupaya melakukan mediasi.
Namun, orang tua korban memilih menempuh jalur hukum.
“Sebagai dinas, kita sudah mencoba mediasi, tapi orang tua korban memilih melapor ke Polda," tambah Frengki.
Saat ini, Polda Gorontalo tengah memproses laporan tersebut sambil menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi korban.
Hingga berita ini diturunkan, TribunGorontalo.com masih berupaya mengkonfirmasi laporan ini ke pihak kepolisian dan menelusuri kronologi lebih lanjut dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo.
Kasus Lainnya di Gorontalo
Bullying di Sekolah SMA Wira Bhakti Gorontalo
30 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti Gorontalo yang diduga menjadi korban bullyng mengajukan 3 permintaan kepada pihak sekolah.
Permintaan itu imbas dari kaburnya 30 siswa tersebut kabur dari asrama SMA Wira Bhakti Gorontalo.