Human Interest Story
Nasib Pekerja Batu Kapur Desa Buliide Gorontalo, Penghasilan Tak Menentu
Produksi ini dikelola mayoritas oleh warga setempat dan menjadi mata pencaharian utama bagi banyak keluarga di Kecamatan Kota Barat Gorontalo tersebut
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Produksi-batu-kapur-di-Desa-Buliide-Kecamatan-Kota-Barat-Kota-Gorontalo-Selasa-5112024.jpg)
Kisman Ruhban, rekan Andi yang juga bekerja di produksi batu kapur, mengungkapkan bahwa usaha ini sempat berjaya antara tahun 2019 hingga 2021.
Pendapatan saat itu mencapai Rp 4 juta per bulan. Namun, sejak tahun 2022, pendapatan mereka mulai tidak menentu.
Kisman menyebutkan bahwa harga dan permintaan batu kapur belum pulih seperti sebelum pandemi, padahal mereka bergantung pada penghasilan ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Terlepas dari berbagai tantangan, Andi dan Kisman tetap bertekad untuk melanjutkan usaha mereka.
Andi yang telah menekuni usaha batu kapur sejak 2019 mengaku bahwa penghasilan dari produksi batu kapur ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, termasuk biaya pendidikan anaknya yang masih belajar di usia dini.
"Iya, penghasilan dari sini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya lirih.(*)