Human Interest Story

Kisah Sukses Kias, Petani Lobster Air Tawar dari Limboto Gorontalo dengan Nama Almashyra Farm

Di samping menjual lobster, Kias juga membuka konsultasi gratis bagi pelanggan yang ingin belajar lebih lanjut tentang budidaya lobster air tawar, mul

|
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com
Muhammad Syukri, pengusaha lobster asal Limboto, tengah memegang anakan lobster berumur tiga bulan, Selasa (5/11/24). 

Sebagai petani lobster air tawar yang telah memulai dari nol, Kias dengan senang hati berbagi tips kepada para pemula.

"Gunakan kolam dari terpal atau semen sesuai kebutuhan dan kapasitas yang diinginkan," katanya. 

Lalu, isi air kolam setinggi 15 cm untuk memudahkan lobster naik ke permukaan ketika kadar oksigen berkurang.

Jika memakai air sumur, Kias sebut perlu mengendapkan selama satu hari. Sedangkan untuk air PDAM, endapkan tiga hari agar klorin menguap.

Pilih indukan dari budidaya, bukan dari alam, agar lebih tahan hidup, dengan perbandingan tiga jantan dan lima betina.

Ingat, masa panen lobster sekitar delapan bulan, jadi diperlukan ketekunan dan kesabaran.

Di samping menjual lobster, Kias juga membuka konsultasi gratis bagi pelanggan yang ingin belajar lebih lanjut tentang budidaya lobster air tawar, mulai dari indukan hingga menghasilkan burayak (anak lobster) dan mencapai ukuran konsumsi. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved