Berita Kota Gorontalo
Polresta Gorontalo Kota Selidiki Kasus Penganiayaan Sopir Bentor yang Sempat Viral di Media Sosial
Penganiayaan yang dialami oleh salah seorang sopir bentor di Kota Gorontalo masih terus berproses di Polresta Gorontalo Kota.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/reaksi-para-anggota-komunitas-ojol-Sabtu-19102024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Penganiayaan yang dialami oleh sopir bentor di Kota Gorontalo masih terus berproses di Polresta Gorontalo Kota.
Informasi tersebut dihimpun TribunGorontalo.com dari Humas Polresta Gorontalo Kota.
Kasus yang sempat menyita perhatian warganet itu tidak luput dari proses hukum yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Seminggu lalu, empat komunitas ojek online (ojol) Gorontalo aksi demonstrasi di Polresta Gorontalo Kota.
Nyaris ratusan driver ojol ini meminta komitmen kepolisian mengusut video viral terkait penganiayaan abang bentor Gorontalo beberapa waktu lalu.
Ini adalah aksi solidaritas para driver ojol. Mereka yang juga seprofesi dengan korban penganiayaan itu merasa terganggu dengan sikap para pelaku.
Pantauan TribunGorontalo di lapangan menunjukkan, puluhan driver bentor tersebut berkumpul di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), sebelum bergerak menuju Polres Gorontalo Kota.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kadis PUPR dan Panitia Gorontalo Half Marathon Dipolisikan Peserta Lari
Mereka menuntut kepastian hukum terkait kasus pengeroyokan yang terjadi pada 1 Oktober 2024, namun baru ramai diperbincangkan setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial.
Setibanya di Polresta Gorontalo Kota, bentor-bentor para pengemudi itu diparkir di sisi jalan, sementara beberapa perwakilan komunitas masuk ke dalam kantor polisi untuk bertemu dengan pihak berwenang.
"Kami datang untuk menuntut keadilan bagi rekan kami," ungkap salah satu driver bentor yang enggan disebutkan namanya.
Setidaknya ada empat komunitas yang ikut serta dalam aksi tersebut, dan jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah.
"Ini baru sebagian kecil, kalau semua datang, jumlahnya bisa lebih banyak," kata salah satu pengemudi.
Kemarahan ini dipicu oleh viralnya video berdurasi 1 menit 24 detik, yang memperlihatkan seorang pengemudi bentor lanjut usia menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Vandi, yang menyatakan bahwa meski video itu direkam beberapa waktu lalu.
Ia memutuskan untuk mengunggah ulang karena kejadian serupa telah dialami banyak korban lainnya.