Demo Gorontalo

Pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo Diwarnai Aksi Demonstrasi Mahasiswa

Demonstrasi yang digelar di depan Kantor DPRD ini menarik perhatian publik, mengingat mahasiswa yang hadir berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
Aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (28/10/2024) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pelantikan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo periode 2024-2029 diwarnai aksi demonstrasi puluhan mahasiswa, Senin (28/10/2024).

Demonstrasi yang digelar di depan Kantor DPRD ini menarik perhatian publik, mengingat mahasiswa yang hadir berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sejumlah paguyuban mahasiswa Bone Bolango.

Sejak pagi, massa aksi sudah berkumpul di depan kantor DPRD, lengkap dengan kendaraan dan perangkat pengeras suara.

Sembari membawa poster-poster tuntutan, mereka tampak siap menyuarakan aspirasi.

Begitu prosesi pelantikan usai, puluhan mahasiswa langsung membentuk barisan di pintu masuk gedung DPRD, berupaya masuk untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka.

Namun, upaya massa aksi dihalangi oleh aparat kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di pintu masuk.

Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Gorontalo pun disiagakan di sisi gedung, berjaga-jaga mengantisipasi kemungkinan adanya aksi pembakaran ban.

Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi, yang dikenal sebagai Jendlap, dengan lantang meminta agar perwakilan DPRD yang baru dilantik menemui mereka.

“Kepada saudara kami dari Satpol PP, izinkan kami bertemu dengan pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo yang baru saja dilantik!” seru Jendlap melalui pengeras suara, berusaha memecah kebuntuan antara aparat dan massa di bawah terik matahari.

Meski begitu, pimpinan DPRD tak kunjung menemui massa. Sambil menunggu, Jendlap kembali berorasi, mengingatkan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk berdiskusi sebagai kaum intelektual dan terpelajar.

“Kami hanya ingin berdiskusi, kami adalah kaum intelektual, terpelajar,” tegasnya, menekankan bahwa niat mereka adalah dialog damai, bukan aksi kekerasan.

Namun, setelah berjam-jam menanti tanpa respons dari pihak DPRD, suasana mulai memanas.

Massa aksi yang frustrasi akhirnya melakukan aksi bakar ban di depan gedung sebagai bentuk protes, menegaskan tekad mereka untuk didengar oleh pimpinan DPRD yang baru saja dilantik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPRD terkait aksi demonstrasi mahasiswa yang mengiringi pelantikan pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo periode baru ini.

Sebelumnya diketahui, empat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo resmi dilantik Senin siang (28/10/2024). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved