Sabtu, 7 Maret 2026

Human Interest Story

Dari Desa Terpencil di Gorontalo, Pian Peda Sukses Lahirkan Sejumlah Buku Novel

Dengan tekad, talenta, dan pengabdian, Pian Peda telah menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi hambatan bagi seseorang untuk mewujudkan

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dari Desa Terpencil di Gorontalo, Pian Peda Sukses Lahirkan Sejumlah Buku Novel
DP
Pian N. Peda seorang pemuda berhasil melahirkan sejumlah karya buku novel dan antologi, berasal dari Desa Ulobia Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (25/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Berasal dari lanskap pedesaan Kabupaten Gorontalo yang asri, seorang pemuda bernama Pian Peda berhasil menorehkan prestasi luar biasa.

Pian, yang akrab disapa Ishak, telah menerbitkan sejumlah buku novel dan antologi, membuktikan bahwa keterbatasan akses dari Desa Ulobia, Kecamatan Tibawa, tidak menghalangi semangatnya dalam berkarya.

Lahir pada 12 Februari 1999, Pian adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ia lulus dari Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2023.

Dalam perbincangan dengan TribunGorontalo.com pada Jumat (25/10/2024), Pian menceritakan perjalanan dan motivasinya dalam dunia kepenulisan.

“Motivasi saya sederhana: saya ingin memiliki karya sendiri dan terbiasa menantang diri sendiri serta menyukai hal-hal baru,” ungkapnya dengan penuh antusiasme.

Baginya, inspirasi datang dari pengalaman-pengalaman hidup, baik yang menyenangkan, unik, maupun menantang. Pengalaman-pengalaman tersebut sering kali ia tuangkan dalam catatan kecil di ponsel.

“Penggalan pengalaman itu, entah baik, unik, atau meresahkan, biasa saya tulis dalam catatan kecil,” kata Pian.

Tak hanya untuk diri sendiri, sejumlah tulisannya juga ia bagikan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Kompasiana.

Perjalanan menulis Pian dimulai sejak semester dua di bangku kuliah. Keberanian untuk mengirim naskah ke penerbit berbuah manis, hingga pada tahun 2020 novel pertamanya berhasil diterbitkan.

Kesuksesan itu diikuti dengan karya-karya berikutnya, termasuk novel yang dirilis pada tahun 2022 dan 2024.

Pian juga bekerja sama dengan seorang teman untuk menerbitkan buku antologi, "Untukmu Generasi Hanya Ini Yang Kuwariskan."

Karyanya hingga kini meliputi empat novel solo, yaitu:

  • Melukis Jalan Takdir
  • La Tahzan Innalaha Ma'anna
  • Dengan Doa Kumelepaskan
  • Menjelang Subuh di Sebuah Desa

Tak hanya sebagai penulis, Pian juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Gorontalo, tempat ia mengasah kemampuan kepemimpinan dan membangun jejaring.

Ia kini menjabat sebagai Direktur Rumah Kami Peduli (RKP) Gorontalo, sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan.

“Saya suka beraktivitas di dunia relawan untuk membantu banyak orang,” ujarnya dengan semangat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved