Berita Kabupaten Gorontalo
Warga Kampung Nelayan Kabupaten Gorontalo Tagih Janji Pemerintah soal Bantuan Renovasi Dapur Rumah
Warga Kampung Nelayan, Kelurahan Kayubulan, Kabupaten Gorontalo, menagih janji pemerintah soal bantuan renovasi dapur rumah.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-dapur-rumah-warga-Kampung-Nelayan.jpg)
"Pokoknya sejak 2020-2024 kami sudah tidak merasakan air bersih lagi," katanya.
Ia menjelaskan alasan pemutusan saluran air bersih di kampung mereka dikarenakan tarif yang meningkat.
Sebelumnya mereka dimintakan tarif kurang lebih sekitar Rp40 ribu per bulan.
Namun harga yang mereka bayar sekarang kurang lebih sekitar Rp200 ribu.
"Jadi banyak yang sudah tidak mau bayar, maka akses air diputus di desa kami," tambahnya.
Ramu Husain, seorang nelayan menambahkan saat ini di Kampung Nelayan air mulai naik di belakang rumah.
"Ini dua hari hujan, air danau sudah di belakang rumah," ujarnya.
Apabila hujan deras, dikhawatirkan Danau Limboto akan meluap sampai di pemukiman warga.
Akibatnya, ia tidak bisa mencari ikan ketik
"Ya kalau tidak cari ikan, kami tidak punya uang, mata pencaharian saya cuma di nelayan," ucapnya.
Kata Ramu, rata-rata nelayan berharap dapur mereka diperbaiki.
Mereka juga meminta bantuan tanggul di desa mereka.
Sekitar 78 Kepala Keluarga yang tinggal di Kampung Nelayan.
Pantauan di lapangan, air danau sendiri sudah berada dekat dengan pemukiman warga. Tepat di belakang rumah mereka.
Terlihat juga beberapa warga yang masih membersihkan rumah mereka masing-masing.
Sampai berita ini diterbitkan, TribunGorontalo.com berusaha mengonfirmasi ke pihak pemerintah desa terkait keluhan tersebut.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya