Minggu, 15 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Warga Kampung Nelayan Kabupaten Gorontalo Tagih Janji Pemerintah soal Bantuan Renovasi Dapur Rumah

Warga Kampung Nelayan, Kelurahan Kayubulan, Kabupaten Gorontalo,  menagih janji pemerintah soal bantuan renovasi dapur rumah.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Kampung Nelayan Kabupaten Gorontalo Tagih Janji Pemerintah soal Bantuan Renovasi Dapur Rumah
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
Kondisi dapur rumah warga Kampung Nelayan, Kelurahan Kayubulan, Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kampung Nelayan, Kelurahan Kayubulan, Kabupaten Gorontalo,  menagih janji pemerintah soal bantuan renovasi dapur rumah.

Menurut Irma Dude, keluarganya merupakan korban banjir yang terjadi pada Agustus 2024.

"Kami katanya akan diberikan bantuan perbaikan dapur tapi sampai sekarang belum ada," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (23/10/2024).

Padahal, kata Irma, mereka telah didata seperti foto rumah, KTP dan KK.

"Padahal kami sudah didata-data kemarin tapi mana janji itu," ucapnya dengan nada suara meninggi.

Irma pun meminta kepastian dari pemerintah desa karena sudah sebulan lamanya mereka menantikan bantuan itu.

"Jangan sampai kami yang benar-benar butuh malah tidak dapat," bebernya.

Ia sempat mendengar anggaran rumah tangga tersebut di bawah Rp10 jutaan.

"Saya dengar-dengar katanya anggaran di bawah Rp15 juta," terangnya.

Ia khawatir keluarganya tidak mendapatkan bantuan karena telah diberikan kepada orang lain.

"Pengalaman kakak saya, ada bantuan soal ibu hamil, kakak saya didata tapi saat bantuan keluar, malah orang lain yang dapat," paparnya.

Fatwa Naidin, warga Kampung Nelayan, menambahkan mereka membutuhkan air bersih.

Saat ini mereka hanya membeli air dari depot isi ulang dan sumur milik warga.

"Kami butuh air bersih juga, kami capek setiap hari ambil air. Kadang beli air isi ulang tapi dampaknya pengeluaran lebih besar," ucapnya.

Baca juga: 5 Fakta Terbaru Kecelakaan Pesawat SAM Air di Pohuwato Gorontalo, Black Box Jadi Kunci

Menurutnya, terakhir kali mereka merasakan air bersih pada 2019.

"Pokoknya sejak 2020-2024 kami sudah tidak merasakan air bersih lagi," katanya.

Ia menjelaskan alasan pemutusan saluran air bersih di kampung mereka dikarenakan tarif yang meningkat.

Sebelumnya mereka dimintakan tarif kurang lebih sekitar Rp40 ribu per bulan. 

Namun harga yang mereka bayar sekarang kurang lebih sekitar Rp200 ribu.

"Jadi banyak yang sudah tidak mau bayar, maka akses air diputus di desa kami," tambahnya.

Ramu Husain, seorang nelayan menambahkan saat ini di Kampung Nelayan air mulai naik di belakang rumah.

"Ini dua hari hujan, air danau sudah di belakang rumah," ujarnya.

Apabila hujan deras, dikhawatirkan Danau Limboto akan meluap sampai di pemukiman warga.

Akibatnya, ia tidak bisa mencari ikan ketik

"Ya kalau tidak cari ikan, kami tidak punya uang, mata pencaharian saya cuma di nelayan," ucapnya.

Kata Ramu, rata-rata nelayan berharap dapur mereka diperbaiki.

Mereka juga meminta bantuan tanggul di desa mereka.

Sekitar 78 Kepala Keluarga yang tinggal di Kampung Nelayan.

Pantauan di lapangan, air danau sendiri sudah berada dekat dengan pemukiman warga. Tepat di belakang rumah mereka.

Terlihat juga beberapa warga yang masih membersihkan rumah mereka masing-masing.

Sampai berita ini diterbitkan, TribunGorontalo.com berusaha mengonfirmasi ke pihak pemerintah desa terkait keluhan tersebut.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved