Selasa, 10 Maret 2026

Pilkada Gorontalo

KPU Kabupaten Gorontalo Serukan Penolakan Politik Uang kepada Santri di Pilkada 2024

Seruan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Rabu (23/10/202

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto KPU Kabupaten Gorontalo Serukan Penolakan Politik Uang kepada Santri di Pilkada 2024
FOTO: KPU Kabupaten Gorontalo.
KPU Kabupaten Gorontalo gelar nonton bareng film tepatilah janji dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional bertempat di Pondok Pasantren Sirojuth Tholibiin Sidomukti Kecamatan Mootilango, Selasa (22/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam upaya menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bersih dan jujur, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo mengajak para santri untuk menolak segala bentuk politik uang.

Seruan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Rabu (23/10/2024), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Agustina A. Bilondatu, Plt Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, menekankan bahwa politik uang adalah ancaman serius bagi proses demokrasi. 

"Kami mengajak seluruh santri untuk menjadi pemilih yang cerdas. Tolak segala bentuk politik uang karena itu akan merusak integritas Pilkada dan masa depan kita," ujar Agustina dalam pidatonya yang tegas.

Dalam kegiatan tersebut, para santri diberi pemahaman tentang bahaya politik uang yang tidak hanya merugikan proses demokrasi, tetapi juga merampas hak masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kepentingan publik.

"Politik uang mengaburkan penilaian kita terhadap calon pemimpin yang seharusnya dipilih berdasarkan visi, misi, dan program yang nyata, bukan karena iming-iming materi," tambahnya.

Salah satu bagian penting dari acara tersebut adalah pemutaran film Tepatilah Janji, yang menampilkan kisah tentang perjuangan menjaga integritas dalam pemilu.

Melalui film ini, KPU berharap para santri memahami betapa pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan menolak godaan uang yang sering kali datang dalam bentuk suap pemilih. 

"Film ini memberikan gambaran nyata bahwa politik uang dapat menghancurkan tatanan demokrasi yang bersih. Mari kita bersama-sama menjaga Pilkada agar tetap jujur dan adil," tutur Agustina.

KPU juga membuka sesi tanya jawab setelah pemutaran film, di mana banyak santri mengajukan pertanyaan terkait bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam menjaga Pilkada dari praktik-praktik kotor seperti politik uang.

Antusiasme mereka menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan oleh KPU terserap dengan baik.

"Sebagai pemilih pemula, kami ingin memastikan bahwa suara kami tidak bisa dibeli. Kami sadar pentingnya menolak politik uang untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar berkualitas," kata salah seorang santri dalam sesi tanya jawab tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting KPU Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat kesadaran politik, khususnya di kalangan pemilih pemula.

Harapannya, santri dan seluruh masyarakat Gorontalo dapat bersama-sama menolak politik uang dan menjaga proses demokrasi berjalan dengan bersih dan transparan.

"Jika kita semua menolak politik uang, kita akan mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam Pilkada. Mari kita jadi pemilih yang cerdas, memilih dengan hati nurani, dan tidak tergoda oleh uang," tutup Agustina, memberikan semangat kepada para santri untuk terus menjaga integritas mereka sebagai bagian dari generasi masa depan yang akan menentukan nasib bangsa.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved