Minggu, 15 Maret 2026

Generasi Inspirasi

Kisah Inspiratif Clarita Ismail, Qoriah Asal Gorontalo yang Bersinar di Kancah Nasional Sejak Kecil

Di usianya yang baru 21 tahun, mahasiswi ini telah berhasil menembus ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kisah Inspiratif Clarita Ismail, Qoriah Asal Gorontalo yang Bersinar di Kancah Nasional Sejak Kecil
TribunGorontalo.com
Foto Pribadi Clarita Ismail sambil pegang Piagam/Piala, MTQ provinsi Gorontalo, Sabtu (19/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nama Clarita Ismail atau yang akrab disapa Ica, kini menjadi kebanggaan Gorontalo.

Meski usianya yang baru 21 tahun, mahasiswi ini telah berhasil menembus ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional. 

Perjalanan panjang dan penuh prestasi ini dimulai sejak ia masih kecil, ketika pertama kali mengikuti perlombaan di bidang tilawah pada tahun 2013.

"Saya awalnya ikut lomba pentas keagamaan di sekolah hanya bermodalkan nekat dan coba-coba saja, tapi Alhamdulillah, saya berhasil tembus ke nasional di Bekasi," kenang Ica dengan penuh rasa syukur.

Tahun 2013 menjadi titik awal perjalanan Ica dalam dunia tilawah. Meski usianya masih sangat muda, ia berhasil mencapai tingkat nasional di Bekasi, sesuatu yang di luar ekspektasinya.

Prestasi tersebut terus berlanjut pada tahun 2014 ketika ia pertama kali mengikuti ajang MTQ di tingkat kecamatan, yang kemudian membawa Ica ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional di Batam.

"Saya tahun 2014 pertama kali ikut MTQ yang umum, dan alhamdulillah langsung tembus nasional di Batam," ujar Ica dengan penuh semangat.

Keberhasilan Ica tak berhenti di situ. Pada tahun 2015, ia kembali berkompetisi dalam Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dan Aksioma, dua ajang yang kembali membawanya ke tingkat nasional.

Bahkan, ia sempat berlomba di dua provinsi berbeda, Jakarta untuk STQ dan Palembang untuk Aksioma, di mana ia berhasil meraih juara kedua tilawah kategori anak-anak.

Pada tahun 2017, Ica tetap konsisten mengikuti berbagai perlombaan dan sekali lagi berhasil menembus nasional, kali ini di tingkat Madrasah Tsanawiyah.

Setahun kemudian, ia berkompetisi di ajang MTQ di Medan, dan kembali berhasil mencapai tingkat nasional.

Namun, pada tahun 2019, Ica memutuskan untuk rehat sejenak dari kompetisi karena harus fokus pada pendidikannya di kelas tiga Madrasah Tsanawiyah.

Setelah istirahat, ia kembali tampil pada tahun 2020, dan meraih juara I tingkat provinsi serta kembali tembus nasional di Padang, dengan berhasil meraih posisi harapan dua.

"Tahun 2020, saya kembali berkompetisi dan berhasil masuk nasional lagi di Padang. Alhamdulillah, saya mendapat harapan dua," ungkapnya.

Setelah sempat absen pada tahun 2021, Ica mencoba cabang lomba yang berbeda pada MTQ 2022, yaitu Syarhil Qur'an, dan kembali sukses mencapai tingkat nasional di Kalimantan Selatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved