Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
BREAKING NEWS: Sri Meyke Male Korban Kecelakaan Pesawat Sam Air Dimakamkan di Kota Gorontalo
Sri Meyke Male baru saja dimakamkam sekira pukul 08.50 Wita, Senin (21/10/2024).
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mendiang-Sri-Meyke-Male-dimakamkan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sri Meyke Male baru saja dimakamkam sekira pukul 08.50 Wita, Senin (21/10/2024).
Ratusan warga mengantarkan Meyke ke tempat peristirahatan terakhirnya di Jl Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Suasana haru biru menyelimuti rumah duka sejak prosesi shalat jenazah Sri Meyke Male.
Dalam prosesi shalat jenazah tersebut, suami Sri (Fandy Ahmad) tidak ikut bergabung dalam barisan jamaah.
Sang suami terlihat memeluk erat putra bungsunya yang masih kecil, sementara air mata terus mengucur di wajahnya.
Tangis keluarga almarhumah pun semakin pecah saat jamaah memulai takbir shalat jenazah.
Suara isak tangis menggema di antara doa-doa yang dipanjatkan oleh para pelayat yang hadir.
Sosok Sri Meyke Male
Tragedi jatuhnya pesawat PK-SMH (DHC6) menyisakan duka mendalam bagi keluarga Sri Meyke Male.
Sri merupakan satu-satunya penumpang pesawat Sam Air pada Minggu (20/10/2024) pagi Wita.
Wanita berusia 30 tahun ini tewas di lokasi jatuhnya pesawat.
Sri Meyke meninggalkan tiga anak.
Anak-anaknya tinggal di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Gorontalo.
Paman korban, Anton Kadir, mengatakan anak sulung Sri duduk di bangku sekolah dasar. Sementara anak bungsunya baru berusia dua tahun.
“Anak yang paling besar itu masih SD, anak yang paling kecil masih bayi sekitar dua tahun,” ungkap Anton kepada TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).