Senin, 16 Maret 2026

Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Rumah Duka Meyke Male Korban SAM Air Gorontalo Dihiasi 18 Karangan Bunga dari Rekan Kerja Suami

Karangan bunga yang sebagian besar berasal dari PT PLN ini mengungkapkan duka cita mendalam atas kepergian Sri Meyke Male.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rumah Duka Meyke Male Korban SAM Air Gorontalo Dihiasi 18 Karangan Bunga dari Rekan Kerja Suami
TribunGorontalo.com
Karangan bunga dari rekan kerja suami Sri Meyke Male, korban kecelakaan SAM Air yang kecelakaan di Gorontalo, Minggu (20/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak 18 karangan bunga menghiasi halaman rumah duka Sri Meyke Male, korban kecelakaan SAM Air Gorontalo, Minggu malam (20/10/2024), sejak pukul 18.30 Wita. 

Karangan bunga yang sebagian besar berasal dari PT PLN ini mengungkapkan duka cita mendalam atas kepergian Sri Meyke Male.

Karangan bunga ini dari rekan kerja sang suami korban, Fandy Ahmad, yang merupakan pegawai PT PLN Cabang Palu.

Karangan bunga datang dari berbagai cabang PLN, seperti Gorontalo, Manado, Kotamobagu, dan Palu.

Sejak sore tadi, suasana di rumah duka mulai dipenuhi oleh para pelayat.

Warga setempat dan kerabat yang datang mengenakan pakaian putih hitam, berkumpul di halaman rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Di bawah tenda yang telah dipersiapkan, para pelayat sudah duduk tenang, sementara dari dalam rumah, terdengar suara tangisan anggota keluarga yang sesekali pecah dalam keheningan suasana.

Jenazah Sri Meyke Male sendiri saat ini masih dalam perjalanan, setelah diberangkatkan dari RUSD Panua Pohuwato sore tadi, pukul 17.00 Wita.

Suaminya, Fandy Ahmad, yang juga tengah dalam perjalanan dari Palu, diperkirakan akan tiba di rumah duka dalam waktu dekat.

Kedatangan jenazah ini semakin menambah haru suasana di rumah duka, di mana keluarga dan teman-teman dekat korban menanti dengan penuh kesedihan.

Menurut informasi dari pihak keluarga, jenazah Sri Meyke Male akan dimakamkan pada Senin (21/10/2024) pukul 08.00 Wita pagi.

Informasi ini disampaikan menggunakan pengeras suara agar semua pelayat yang hadir bisa bersiap memberikan penghormatan terakhir mereka pada pagi hari esok.

"Korban akan dimakamkan besok pagi, Senin pukul 08.00 Wita," ujar salah satu anggota keluarga melalui pengeras suara kepada para pelayat.

Dengan suasana yang penuh duka, keluarga, rekan, dan tetangga terus berdatangan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian Sri Meyke Male membawa duka mendalam bagi semua yang mengenalnya, terlebih bagi suaminya yang sedang berjuang untuk pulang dan mendampingi proses pemakaman istrinya tercinta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved