Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
KNKT Rembuk Bersama TNI-Polri, Selidiki Kasus Kecelakaan Pesawat SAM Air di Pohuwato Gorontalo
KNKT membahas penyelidikan kasus kecelakaan SAM Air di Polres Pohuwato, Jl. Trans Sulawesi No 18 Kec Marisa Kab Pohuwato Gorontalo pada Senin (21/10).
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-KNKT-rapat-bersama-TNI-Polri-di-Polres-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) rembuk bersama TNI/Polri.
Mereka membahas penyelidikan kasus kecelakaan SAM Air di Polres Pohuwato, Jl Trans Sulawesi No 18 Kec Marisa Kab Pohuwato Gorontalo pada Senin (21/10/2024).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi.
Turut hadir Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, juga Ketua KNKT Gorontalo Capt Nurcahyo Utomo.
Adapula Kasi Intel Korem 133/NW Kolonel Cke Subur Wahono, Dandim 1313/Pohuwato Letkol Inf Madiyan Surya, Kapolres Pohuwato AKBP Winarno.
Juga Plt Bupati Pohuwato Suharsi igirisa, Danposal Pohuwato Letda Teknik Sutiyono, Investigator Keselamatan Penerbangan Herry, Co-pilot SAM Air Capt Kasta Gunawan, serta Tim SAM Air Vanezha Isoni.
Dalam rapat, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi, menyampaikan tugas TNI-Polri di Gorontalo hanya sebatas pengamanan, pengawalan, dan evakuasi korban.
Untuk evakuasi pesawat SAM Air di bawah wewenang KNKT.
Sementara jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga di RS Bhayangkara.
"Diharapkan pada saat evakuasi di TKP, pengolahan KNKT dapat bekerja sama sesuai Petunjuk dari KNKT, dan PJR 1 tim akan ditambah dan di-standby-kan di KNKT, demi menjaga dan kecepatan dalam penanganan evakuasi," ujar Pudji Prasetijanto Hadi.
Baca juga: 5 Fakta Terbaru Kecelakaan Pesawat SAM Air di Pohuwato Gorontalo, Black Box Jadi Kunci
Pada kesempatan yang sama, Danrem 133/NW Brigjen TNI Hari Pahlawantoro menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkapnya.
Ia menegaskan investigasi harus dilakukan secara serius dan melibatkan semua pihak terkait.
"Kami sudah standby-kan personel dari Kodim 1313/Pohuwato di lokasi 24 jam," tuturnya.
Segi pengamanan dan langkah selanjutnya, kata Pudji, pihaknya menunggu petunjuk dari KNKT.