Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Lurah Tamalate Cerita Pertemuan Terakhirnya dengan Sri Meyke Male, Korban SAM Air Gorontalo
Bertempat di rumah duka di Jl. Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, keluarga, kerabat, dan masyarakat hadir memberikan pen
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prosesi-pemakaman-Sri-Meyke-Male-korban-kecelakaan-SAM-Air-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suasana haru dan penuh duka menyelimuti prosesi pemakaman Sri Meyke Male, salah satu korban kecelakaan pesawat SAM Air yang terjadi pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Bertempat di rumah duka di Jl. Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, keluarga, kerabat, dan masyarakat hadir memberikan penghormatan terakhir, Senin (21/10/2024).
Apalagi, almarhumah memang dikenal sebagai sosok yang ramah.
Dalam prosesi tersebut, Lurah Tamalate, Ratna Habibie, menyampaikan sambutan penuh emosi.
Ia mengungkapkan betapa mendalamnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh banyak orang atas kepergian Meyke.
Dengan suara yang lirih dan penuh kenangan, Ratna mengingat pertemuan terakhirnya dengan Meyke pada Kamis sebelum kecelakaan terjadi.
"MasyaAllah, Mey, bunda tidak kenal kamu, bunda pikir siapa," kenang Ratna, menggambarkan bagaimana pertemuan terakhir mereka di kantor kelurahan berlangsung, tanpa menyangka bahwa itu akan menjadi momen terakhir mereka bersama.
Ratna juga menggambarkan Meyke sebagai pribadi yang selalu membawa keceriaan dan kehangatan di lingkungannya.
"Orangnya sangat baik, selalu senyum, selalu menyapa siapa saja. Setiap kali bertemu, pasti ada sapaan hangat darinya. Kami semua kehilangan," ujarnya di depan para pelayat yang hadir dengan isak tangis yang tak terbendung.
Kecelakaan Pesawat SAM Air yang Merenggut Nyawa Meyke
Sri Meyke Male merupakan salah satu dari empat korban kecelakaan tragis pesawat SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH yang jatuh di kawasan tambak sekitar 300 meter dari Bandara Panua Pohuwato, Gorontalo, pada Minggu pagi (20/10/2024).
Pesawat perintis yang berangkat dari Bandara Djalaluddin Gorontalo pada pukul 07:03 WITA mengalami kecelakaan pada pukul 07:35 WITA setelah gagal mendarat dan melakukan manuver go-around di Bandara Panua Pohuwato.
Pesawat jenis DHC-6 Twin Otter ini sedang dalam perjalanan menuju Pohuwato, membawa empat orang di dalamnya, termasuk Kapten M. Saefurubi A, First Officer M. Arthur V. G, teknisi Budijanto, dan penumpang Sri Meyke Male. Tragisnya, keempat penumpang tersebut ditemukan meninggal di lokasi kejadian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo mengerahkan tim penyelamat yang segera menuju lokasi setelah insiden terjadi.
Berdasarkan informasi awal, pesawat mengalami kendala saat melakukan pendaratan dan terjatuh di tambak warga, sekitar 500 meter dari landasan pacu Bandara Panua.