Gorontalo Terkini
Diduga Gelapkan Dana Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, IN Bantah: Saya Difitnah
Kasus ini kini tengah diproses oleh Polresta Gorontalo Kota. Namun, IN, yang menjadi terduga dalam kasus tersebut, membantah keras segala tuduhan yang
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Masjid-Agung-Baiturrahim-Gorontalo.jpg)
Ia juga menambahkan bahwa semua dana yang masuk ke masjid sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masjid, dan tidak ada satu sen pun yang ia gelapkan.
"Tidak tahu kenapa tiba-tiba muncul fitnah seperti ini," ujarnya kecewa.
Kontribusi untuk Masjid dan Pengakuan IN
IN juga menjelaskan bahwa selama menjadi pengurus masjid, dirinya telah memberikan kontribusi besar, termasuk mendatangkan uang dalam jumlah besar.
Salah satunya adalah ketika ia berhasil melobi pihak Telkom, yang memiliki tower di area Masjid Baiturrahim. Hasil lobi tersebut menghasilkan dana sebesar Rp225 juta, yang seluruhnya masuk ke rekening masjid.
"Pembayaran itu seharusnya dilakukan pada April 2025, tapi saya melobi agar dana itu bisa dicairkan lebih cepat, dan Alhamdulillah, dana Rp225 juta itu masuk ke rekening masjid, yang dipegang oleh Ketua dan Bendahara. Kalau saya mau gelapkan, saya bisa saja alihkan uang itu ke rekening saya, tapi faktanya, saya usahakan uang itu masuk ke masjid," ungkapnya.
Dampak Negatif dan Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, proses hukum terkait kasus dugaan penggelapan dana masjid masih berjalan di Polresta Gorontalo Kota.
IN terus membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengaku merasa sangat dirugikan oleh pemberitaan ini, terutama keluarganya yang ikut terpukul dengan tuduhan tersebut.
"Saya sepenuhnya membantah tuduhan ini. Semua yang saya lakukan demi kebaikan masjid," tutup IN, sambil berharap agar proses hukum berjalan dengan adil.(*)