Gorontalo Terkini
Diduga Gelapkan Dana Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, IN Bantah: Saya Difitnah
Kasus ini kini tengah diproses oleh Polresta Gorontalo Kota. Namun, IN, yang menjadi terduga dalam kasus tersebut, membantah keras segala tuduhan yang
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Masjid-Agung-Baiturrahim-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dugaan penggelapan dana sumbangan Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo mengguncang publik, setelah Ketua Takmirul Masjid, Roy Bumulo, melaporkan sekretarisnya, IN, ke pihak berwajib.
Kasus ini kini tengah diproses oleh Polresta Gorontalo Kota. Namun, IN, yang menjadi terduga dalam kasus tersebut, membantah keras segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
IN, dalam keterangannya kepada TribunGorontalo.com pada Minggu (20/10/2024) sore, menegaskan bahwa dirinya menjadi korban fitnah.
"Saya menganggap berita itu fitnah," ungkap IN.
Kronologi Versi IN: Pengecatan Masjid dan Penggunaan Dana Pribadi
IN menceritakan awal mula masalah ini terjadi. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, saldo kas masjid dalam keadaan kosong, dan selama sebulan setelah pelantikannya, tidak ada progres nyata yang dilakukan oleh pengurus masjid.
Melihat kondisi fisik masjid yang mulai kusam, IN berinisiatif melakukan pengecatan agar bangunan kembali terlihat rapi.
Menurut IN, pengecatan tersebut terlaksana setelah ia berhasil mendapatkan sumbangan cat dari berbagai pihak.
"Saya menghadap Penjabat (PJ) Gubernur dan delapan kepala dinas. Alhamdulillah, mereka masing-masing menyumbang satu kaleng cat, dan ada seorang pengusaha yang menyumbang 14 kaleng. Jadi, total kami mendapatkan 22 kaleng cat," paparnya.
Pekerjaan pengecatan itu, lanjut IN, tidak menggunakan dana dari kas masjid. Selama pengerjaan, ia mengaku membiayai para tukang—yang jumlahnya enam orang—dengan uang pribadinya, termasuk menyediakan makan dan rokok untuk mereka.
"Ketua Takmirul tahu ada pengecatan ini, tapi dia tidak mau tahu siapa yang membayar," ujarnya.
Tuduhan Penggelapan Dana Masjid
Masalah muncul ketika proses pengecatan bagian dalam masjid hampir selesai. IN mengaku panik karena kehabisan dana.
Ia pun meminta bantuan kepada Wakil Ketua Takmirul Masjid, yang akhirnya memberikan dana sebesar Rp6,5 juta. Dana tersebut, menurut IN, langsung ditransfer ke rekeningnya.
"Dari dana tersebut, saya gunakan sekitar Rp3,25 juta untuk membayar upah tukang, sebagian saya potong untuk biaya makan mereka, dan sisanya saya kembalikan ke wakil ketua Takmirul, itu pun seizin beliau. Jadi pertanyaan saya, dana puluhan juta mana yang saya gelapkan?" kata IN, bingung dengan tuduhan yang diarahkan kepadanya.