Sabtu, 7 Maret 2026

Profil Tokoh

Profil Iptu Faisal Ariyoga, Perwira Muda Polri Jadi Kasat Reskrim Polres Gorontalo

Sosok Iptu Faisal Ariyoga A Harianja menjadi sosok perwira Polri termuda yang menjabat Kasat di Polres Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Profil Iptu Faisal Ariyoga, Perwira Muda Polri Jadi Kasat Reskrim Polres Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/JEFRY POTABUGA
Iptu Faisal Ariyoga Anastasius Harianja, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM,GORONTALO-- Sosok Iptu Faisal Ariyoga A Harianja menjadi sosok perwira Polri termuda yang menjabat Kasat di Polres Gorontalo.

Iptu Faisal Ariyoga A. Harianja, kini menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Gorontalo.

Pria kelahiran Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh ini berhasil menjadi kasat diusianya yang kini menginjak 29 tahun.

Ditemui TribunGorontalo.com di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2024) ia menceritikan perjalananya yang tidak mudah untuk Faisal bisa menjadi seorang polisi. 

Demi cita-citanya, Faisal harus berjuang keras untuk mewujudkannya. 

Ia harus bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang baik di sekolah, dan ia juga harus belajar dengan giat untuk mempersiapkan diri mengikuti tes masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

Setelah lulus dari SMA, Faisal pun mengikuti tes masuk Akpol. Ia berhasil lolos dan diterima sebagai taruna Akpol pada tahun 2013. 

Setelah lulus dari Akpol pada tahun 2017, Faisal langsung ditugaskan di Direktorat Pol Air Baharkam Mabes Polri. 

Di sini, ia bertugas sebagai Perwira Nautika Kapal Polisi Bisma 8001 dan Antasena, Panat Kapal Patroli. 

"Saya bertugas di situ kurang lebih dua tahun lalu saya dimutasi lagi," ungkapnya.

Dalam tugasnya tersebut, Faisal menunjukkan kemampuannya sebagai seorang polisi yang tangguh dan profesional.

Pada 2019, Faisal kembali ditugaskan di Dinas Subdit Gakkum Panit (Perwira Unit) Sidik, Mabes Polri. 

"Di sini, kami bertugas untuk menyelidiki dan mengungkap berbagai kasus tindak pidana yang berada di perairan," terangnya.

 Faisal berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, termasuk sindikat perdagangan gelap narkoba internasional jaringan Malaysia, India, Aceh, dengan total barang bukti 137 kg sabu.

"Kasus-kasus tindak pidana lain seperti pada bidang migas, perikanan, pelayaran, bahan peledak bahkan perdagangan orang," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved