Human Interest Story
Modal dari Gaji Honorer, Rahman Habibie Rintis Bengkel di Kota Gorontalo
Rahman Habibie (26) memulai usahanya dengan mendirikan sebuah bengkel pada tahun 2019.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rahman-Habibie.jpg)
Selama masa-masa sulit itu, Rahman merasa terpukul.
Kehilangan usahanya yang sudah ia bangun dengan susah payah membuatnya hampir menyerah.
Namun, di tengah keputusasaannya, datang dukungan moral yang sangat berarti dari sang ayah, yang saat itu tengah sakit berat.
Meski kondisi sang ayah sedang tidak baik-baik saja, kata-kata penyemangat darinya membangkitkan semangat Rahman.
Ayahnya mengingatkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan meminta Rahman untuk mencoba bangkit kembali dan membuka usaha bengkel tersebut.
“Papa bilang tidak ada perjuangan yang sia-sia kalau kita bersungguh-sungguh,” ujar Rahman mengenang kembali nasihat Ayahnya.
Dorongan dari sang ayah itu menjadi titik balik bagi Rahman.
Dengan tekad yang lebih kuat, ia memutuskan untuk tidak menyerah.
Rahman mulai menabung lagi dari gajinya sebagai pegawai honorer, sedikit demi sedikit, demi mengumpulkan modal untuk membuka kembali bengkelnya.
Meski jumlahnya terbatas, tabungan tersebut cukup baginya untuk membeli beberapa perlengkapan bengkel yang utama.
Dengan penuh tekad, Rahman memulai kembali dari awal.
Bengkel Rahman kini memang masih sederhana, jauh dari kata mewah atau besar.
Namun, kesederhanaan itu tidak menghalangi semangatnya untuk bekerja keras.
Setiap hari, setelah selesai dengan tanggungjawabnya sebagai pegawai honorer atau ketika sedang libur, Rahman membuka bengkelnya.
Ia mengerjakan semua pekerjaan seorang diri, mulai dari melayani pelanggan, memperbaiki kendaraan, hingga merawat perlengkapan bengkelnya.