Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Candy, Buka Jasa Foto di Objek Wisata Danau Perintis Bone Bolango Gorontalo

Cerita Candy (31) asal Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo berawal dari hobi foto kini menghasilkan cuan.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Candy, Buka Jasa Foto di Objek Wisata Danau Perintis Bone Bolango Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/JEFRY POTABUGA
Candy fotografer di wisata Danau Perintis, Suwawa Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo Senin (14/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM,GORONTALO-- Cerita Candy (31) asal Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo berawal dari hobi foto kini menghasilkan cuan.

Saat ditemui TribunGorontalo.com saat duduk mencari pelanggan, Candy menceritakan awal ia menekuni fotografi sejak 2017.

Sedangkan ia mulai berfoto di Danau Perintis, Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa sejak pertama diresmikan Miniatur Kapal Perang abad 17, sekitar bulan Januari 2024.

Miniatur kapal ini berada di tepi Danau Perintis berbahan tembaga dengan ukuran sepanjang 6 meter yang diinisiasi oleh Anggota DPR-RI Rachmat Gobel, menjadi daya tarik utama wisatawan.

"Kalau saya mulai berfoto di Danau Perintis sejak miniatur kapal pertama kali diresmikan di sini," ungkapnya, Minggu (13/10/2024).

Hadirnya miniatur kapal ini dimanfaatkan Candy untuk mencari pundi-pundi rupiah dengan menawarkan jasa foto.

Ia pernah kepikiran untuk pindah-pindah foto ke wisata lain namun ia masih nyaman berada di wisata Danau Perintis.

"Sempat kepikiran ke pantai Kurenai tapi masih belum sempat," ujarnya.

Biasa dirinya berada di Danau Perintis setiap weeknd.

"Stay di sini biasa Sabtu dan Minggu," tuturnya.

Ia mulai stay di wisata tersebut pukul 16.00 Wita sampai 00.00 Wita.

"Biasanya dari jam 16.00 Wita saya di sini, sampai tutup," terangnya.

Selain itu terkadang juga di hari-hari kerja ia sering stay di Danau Perintis namun pendapatan tidak sebanyak weeknd.

"Kalau libur Alhamdulillah, tapi hari kerja pas-pasan lah," katanya.

Katanya, pendapatan sendiri tidak menentu, untuk hari kerja ia bisa mendapat cuan Rp100 ribu sementara di hari libur ia bisa menghasilkan cuan Rp200-Rp350 ribu.

"Kalau di hari kerja tapi ada kegiatan pendapatan kita biasa naik tapi kalau hari normal tidak ada kegiatan menurun," ungkapnya.

Jasa foto sendiri ia patok dengan harga Rp10 ribu untuk tiga kali pose.

Kemudian untuk tujuh pose ia kenakan tarif Rp20 ribu.

"Itu bukan hanya main jepret langsung jadi, tapi terserah pelanggan kalau mau ulang sampai dapat yang cocok, bisa," tambahnya.

Setelah ia foto tak langsung diberi mentah seperti itu tapi ia masih akan mengeditnya sampai menjadi foto yang apik.

Hasil foto sendiri akan ia berikan melalui file dan untuk cetak foto sendiri tergantung dari pelanggan mau cetak di mana.

Menurutnya umumnya masyarakat meminta foto untuk kebutuhan sosial media.

"Jadi kalau soal cetakan itu terserah mau di cetak kapan tapi soal file akan dikirim setelah kita foto," tegasnya.

Dengan adanya wisata ini para fotografer khususnya di wisata Danau Perintis merasa terbantu.

Dia berharap sekiranya pemerintah menambah lagi wahana baru agar lebih banyak wisatawan yang berdatangan di Danau Perintis.

"Besok-besok bisa ditambah wahana baru yang menarik wisatawan lebih banyak lagi," pungkasnya.

Sekedar informasi fotografer yang berada di Danau Perintis berjumlah sembilan orang itu termasuk yang telah terdaftar di kelompok kerja (Pokja) Danau Perintis.

Akun sosmed sendiri fotografer ini bisa ditemui melalui semua akan sosial media @CandyWart.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved