Tips Kesehatan
Meski Kaya Manfaat, 3 Jenis Teh Herbal Ini Tidak Baik Diminum Penderita Penyakit Diabetes
Teh herbal kerap menjadi minuman tradisional masyarakat Indonesia. Namun bagi penderita penyakit diabetes, teh herbal sebaiknya tidak dikonsumsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-teh-herbal.jpg)
2. Teh herbal kamomil
Teh herbal bebas kafein ini telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu tidur, melancarkan pencernaan, bagus untuk kesehatan mental, dan masih banyak lagi.
Namun, jika Anda menderita diabets dan juga mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pengencer darah seperti warfarin, kamomil dapat berinteraksi secara berbahaya dengan obat Anda.
Bahkan, potensi interaksinya sangat mengkhawatirkan, sehingga satu penelitian secara khusus menyarankan agar tidak merekomendasikan kamomil kepada pasien yang mengonsumsi warfarin, karena potensi peningkatan risiko pendarahan.
Jika Anda seorang penderita diabetes dan menyukai teh kamomil, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah teh ini aman untuk Anda.
3. Teh herbal funegreek
Funegreek memiliki sejarah panjang sebagai obat herbal untuk mengelola diabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa funegreek dapat meningkatkan glukosa darah, kolesterol, dan trigliserida.
Pada saat yang sama, funegreek mungkin tidak aman dikonsumsi oleh semua orang.
"Suplemen funegreek mungkin memiliki efek hipoglikemik, yang menyebabkan penurunan gula darah," kata Drago.
"Ditambah lagi, funegreek juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah, yang menyebabkan kekhawatiran bagi mereka yang menderita diabetes dan kondisi kardiovaskular."
Sebelum menggunakan fungreek sebagai teh herbal atau suplemen, konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan funegreek aman dikonsumsi.
(TribunGorontalo.com/TribunHealth)
Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com dengan judul 3 Jenis Teh Herbal Ini Sebaiknya Dihindari Jika Anda Memiliki Penyakit Diabetes