Senin, 9 Maret 2026

SMK Kesehatan Digembok

Puluhan Orang Tua Siswa SMK Kesehatan Gorontalo Minta Bantuan Polisi Buntut Sekolah Digembok

Puluhan orang tua siswa dan pihak yayasan SMK Kesehatan Gorontalo meminta pendampingan polisi, buntut penyegelan sekolah.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Puluhan Orang Tua Siswa SMK Kesehatan Gorontalo Minta Bantuan Polisi Buntut Sekolah Digembok
TribunGorontalo.com/Arianto
Puluhan orang tua siswa dan yayasan SMK Kesehatan meminta pendampingan pihak Polres Gorontalo Kota pada Rabu (18/9/2024). 

Hal ini menurutnya dapat menyebabkan penurunan minat belajar siswa di sekolah. 

Dalam dua pekan terakhir, siswa terpaksa belajar daring (online).

"Kami hanya berharap sekolah itu dapat dibuka kembali, masalah sengketa itu bukan urusan kami. Tugas kami menyekolahkan anak kami," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (18/9/2024).

"Tolong, Pak Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan. Tolong serius menangani kasus ini, Pak. Jangan sampai kami turun ke jalan, akan jadi pengadilan jalanan," pintanya.

Yusran hanya menuntut hak anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan. 

"Tolong pak, buka mata, buka hati, buka telinga. Tolong kami hanya ingin ini diselesaikan dengan damai, tolong pak, tolong," tuturnya dengan suara lirih.

Yusran mengaku siswa disarankan untuk pindah ke sekolah lain, namun dirinya menolak.

c

Jauhnya akses ke sekolah menjadi alasan kuat sejumlah orang tua siswa menolak untuk memindahkan anaknya dari SMK Kesehatan Gorontalo

Hal itu disampaikan Tahir Yunus. Orang tua siswa ini juga meminta pemerintah tidak mengabaikan generasi penerus bangsa.

"Kami berharap ada orang yang bisa menjamin hak perlindungan terhadap pendidikan anak itu ada. Tujuan kami cuma satu, anak-anak belajar dengan aman dan nyaman," paparnya.

"Kenapa anak-anak lain aman dan nyaman di sekolah, kok anak-anak di SMK kesehatan tidak ada yang bisa menjamin   hak pendidikan anak?" imbuhnya.

Pendapat serupa dilontarkan Abdul Hari Yusuf.

Ia mengatakan telah mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo pada Selasa 17 September 2024. 

"Kami sudah datangi tapi belum terjawab sama mereka," tukasnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved