SMK Kesehatan Digembok

Puluhan Orang Tua Siswa SMK Kesehatan Gorontalo Minta Bantuan Polisi Buntut Sekolah Digembok

Puluhan orang tua siswa dan pihak yayasan SMK Kesehatan Gorontalo meminta pendampingan polisi, buntut penyegelan sekolah.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Arianto
Puluhan orang tua siswa dan yayasan SMK Kesehatan meminta pendampingan pihak Polres Gorontalo Kota pada Rabu (18/9/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Puluhan orang tua siswa dan pihak yayasan SMK Kesehatan Gorontalo meminta bantuan polisi, buntut penyegelan sekolah.

Ketua yayasan SMK Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo, Yeti Lamadlaw, mengatakan pihaknya berusaha mencari solusi melalui  pendampingan dari Polresta Gorontalo Kota

"Kami sudah meminta pendampingan di Polresta Gorontalo Kota untuk membuka kembali sekolah tersebut agar siswa bisa belajar," tutur Yeti saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com di halaman Polresta Gorontalo Kota, Rabu (18/9/2024).

Yeti yakin dalam waktu dekat gedung sekolah bisa kembali digunakan seperti sedia kala.

Sebab, pihak yayasan telah memenangkan polemik sengketa lahan itu di pengadilan Mahkamah Agung.

Mereka memiliki semua dokumen resmi kepemilikan tanah di bawah gedung SMK Kesehatan.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Agus Sumba mengaku segera melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Iya benar, ada upaya penyegelan, kami sudah melakukan pendalaman penyebab dilakukan penyegelan tersebut, dalam satu dua hari ini insyaallah akan dibuka," ungkap Agus.

Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu (18/9/2024), pintu pagar SMK Kesehatan digembok menggunakan rantai besi. Di halaman sekolah terdapat baliho bertuliskan 'Tanah Ini Milik Keppe Lamadlaw'.

Kondisi sekolah pun seperti tak terurus. Dedaunan kering dan sampah juga memenuhi bagian dalam sekolah.

Pintu sekolah SMK Kesehatan Gorontalo digembok. Tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah pada Rabu (18/9/2024).
Pintu sekolah SMK Kesehatan Gorontalo digembok. Tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah pada Rabu (18/9/2024). (Foto: TribunGorontalo.com/Arianto)

Baca juga: SMK Kesehatan Gorontalo Disegel Gara-gara Sengketa Lahan, Orang Tua Siswa: Tolong, Pak Gubernur!

Diketahui, SMK Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo sudah dua minggu disegel karena perkara sengketa lahan.

Penyegelan itu diduga dilakukan oleh oknum yang mengklaim gedung sekolah berdiri di atas tanah miliknya.

Akibatnya, siswa SMK Kesehatan tidak bisa menjalani kegiatan belajar mengajar secara luring.

Kasus ini sempat menuai berbagai respons dari sejumlah orang tua siswa.

Yusran Lalantu (46) pun meminta pemerintah turun tangan dalam menyelesaikan sengketa di SMK Kesehatan Gorontalo.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved