Gorontalo Terkini n
Pihak SMKN 1 Gorontalo Ancam Keluarkan 4 Siswa Terduga Pelaku Perundungan
Zulkarnain Tanipu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Gorontalo, menyatakan bahwa pihak sekolah tengah membahas tindakan tegas yang akan dia
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Siswa-SMKN-1-Gorontalo-mendadak-viral.jpg)
"Jika ada pihak yang keberatan, kami persilakan menempuh jalur hukum," tegas Zulkarnain.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di Gorontalo, mengingat seriusnya dugaan yang melibatkan tidak hanya perundungan, tetapi juga pelanggaran serius berupa kepemilikan miras di lingkungan sekolah.
Hingga kini, masyarakat dan pihak sekolah masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait nasib keempat siswa yang terlibat.
Siswa SMK Negeri 1 Gorontalo berinisial AR (14) diduga menjadi korban perundungan atau bullying.
Menurut penuturan orang tuanya, AR mengalami kekerasan oleh empat siswa SMKN 1 Gorontalo.
Orang tua AR, MG, menceritakan kronologi kejadian kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/9/2024) malam.
MG mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa 10 September 2024 sekira pukul 15.00 Wita.
Saat itu MG mendapat telepon dari anaknya AR. Namun saat itu tutur kata AR tidak terdengar jelas.
Ternyata itu adalah teman AR. Ia sengaja menghubungi MG untuk memberi tahu kondisi AR yang sudah terkapar.
"Saya telpon lagi terus saya tanya, itu kok bisa nelpon pakai handphone anak saya, bagaimana kau bisa buka itu, kata temannya pakai sidik jari anak saya," ucap MG menirukan perkataan teman AR.
Setelah berbicara di telepon, MG langsung bergegas menuju tempat AR berada.
Setibanya di lokasi, MG melihat anaknya (AR) terbaring dalam kondisi mulut berbusa.
MG pun segera membawa anaknya ke RS Multazam.
"Setelah diperiksa beberapa saat, anak saya dirujuk ke Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo," ungkapnya.
MG mengatakan saat itu ia belum bisa menyimpulkan secara detail kronologis kejadian.
Namun pihak sekolah sudah memanggil orang tua korban dan orang tua siswa yang terlibat dalam pesta miras.
Pertemuan itu membahas masalah penyebab AR masuk rumah sakit.
"Saat itu saya masih menunggu hasil visum anak saya, setelah itu menentukan langkah selanjutnya. Lalu saya balik ke RS Aloe Saboe," jelas MG. (*)