Gorontalo Terkini n
Pihak SMKN 1 Gorontalo Ancam Keluarkan 4 Siswa Terduga Pelaku Perundungan
Zulkarnain Tanipu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Gorontalo, menyatakan bahwa pihak sekolah tengah membahas tindakan tegas yang akan dia
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Siswa-SMKN-1-Gorontalo-mendadak-viral.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – SMK Negeri 1 Gorontalo sedang menjadi sorotan setelah muncul dugaan kasus perundungan yang melibatkan empat siswa di sekolah tersebut.
Jika terbukti secara hukum, keempat siswa tersebut terancam dikeluarkan dari sekolah.
Zulkarnain Tanipu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Gorontalo, menyatakan bahwa pihak sekolah tengah membahas tindakan tegas yang akan diambil terhadap para siswa terduga pelaku.
"Kami akan mengambil keputusan bersama beberapa pihak terkait.
Keputusan paling berat adalah mengeluarkan mereka dari sekolah," ujar Zulkarnain saat ditemui oleh TribunGorontalo.com pada Kamis (12/9/2024).
Baca juga: Aleg DPRD Provinsi Gorontalo Muhammad Zikyan Ingin Naikkan Gaji Guru Pesantren
Namun, ia menegaskan bahwa keputusan ini masih dalam tahap pembahasan internal.
Di samping itu, Zulkarnain mempersilakan pihak keluarga korban untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum jika dirasa perlu.
Kasus ini semakin panas setelah muncul pengakuan bahwa salah satu siswa terlibat dalam kepemilikan minuman keras (miras) di lingkungan sekolah.
"Iya, kejadian tersebut benar terjadi di lingkungan SMKN 1 Gorontalo. Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan mengadakan konferensi kasus,"
Meskipun demikian, Zulkarnain mengungkapkan bahwa tidak ada penganiayaan fisik yang terjadi, berdasarkan hasil konferensi yang digelar pihak sekolah bersama orang tua siswa terlibat.
"Orang tua siswa yang diduga pelaku mengatakan tidak ada pemukulan yang terjadi, sesuai hasil konferensi kasus," jelasnya.
Kasus ini mencuat setelah orang tua korban menyebarkan belasan video yang menunjukkan dugaan perundungan di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal ini, pihak sekolah langsung bertindak cepat dengan mengumpulkan tim terkait untuk menyelidiki kasus tersebut.
"Kami sudah mengumpulkan semua bukti yang diperlukan dan siap bekerja sama dengan pihak berwajib. Kami juga memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak," tutur Zulkarnain.
Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka akan mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku dan menyerahkan keputusan lebih lanjut kepada pihak terkait.