Jumat, 6 Maret 2026

Gorontalo Terkini

Wabah Rabies Mengancam Kabupaten Gorontalo, 183 Kasus dan Satu Nyawa Melayang

Tragisnya, salah satu kasus telah merenggut nyawa seorang warga di Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo pada 19 Agustus 2024.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wabah Rabies Mengancam Kabupaten Gorontalo, 183 Kasus dan Satu Nyawa Melayang
TRIBUNGORONTALO/HUSNULPUHI
Anjing K-9 yang diturunkan tim gabungan untuk pencarian korban longsor di tambang emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM, LIMBOTO – Rabies kini mewabah di beberapa daerah di Kabupaten Gorontalo, dengan total 183 kasus terkonfirmasi.

Jumlah kasus ini menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di provinsi ini.

Tragisnya, salah satu kasus telah merenggut nyawa seorang warga di Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo pada 19 Agustus 2024.

Asrieana S. Dunggio, Dokter Hewan Medik Veteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, mengungkapkan hal ini dalam wawancaranya dengan TribunGorontalo.com. 

"Kemarin, satu orang meninggal dunia akibat rabies," jelasnya dengan penuh kekhawatiran.

Pasca merebaknya isu Antraks di Gorontalo, rabies kini menjadi ancaman kesehatan serius, khususnya di Kabupaten Gorontalo.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mulai melakukan vaksinasi rutin terhadap anjing di berbagai lokasi, termasuk di Boliyohuto dan sekitarnya.

Asrieana menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan secara aktif di daerah-daerah seperti Boliyohuto, Mootilango, Asparaga, dan Tolangohula.

Meskipun demikian, upaya tersebut menghadapi kendala karena beberapa pemilik anjing menolak vaksinasi untuk hewan peliharaan mereka.

“Penting untuk segera menangani kasus gigitan anjing, terutama jika gigitan terjadi di dekat bagian kepala, karena risiko infeksi rabies sangat tinggi,” tambah Asrieana.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa rabies telah menyebar ke seluruh kabupaten/kota di provinsi ini.

Dengan 183 kasus, Kabupaten Gorontalo menyumbang sebagian besar dari total 581 kasus yang dilaporkan.

Iswan Ahmad, Ketua Tim Kerja Pencegahan, Pengendalian, dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, mengonfirmasi laporan ini.

"Kabupaten Gorontalo memang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Kami baru saja menerima laporan dari Puskesmas Dungalio mengenai satu kematian akibat rabies," ungkapnya.

Rabies tidak hanya disebabkan oleh gigitan anjing, tetapi juga dapat ditularkan melalui hewan lain seperti kucing, monyet, dan kelelawar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved