Sabtu, 7 Maret 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Ani Mustafa Hasan Ungkap Cara Efisien Olah Jagung Lokal Gorontalo jadi Emping Bernilai Jual Tinggi

Jagung lokal Gorontalo atau dikenal sebagai Binte Kiki memiliki daya jual tinggi apabila diolah secara baik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ani Mustafa Hasan Ungkap Cara Efisien Olah Jagung Lokal Gorontalo jadi Emping Bernilai Jual Tinggi
TribunGorontalo.com/Jil
Prof. Dr. Ani Mustafa Hasan, M.Pd, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat wawancara doorstep Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jumat (30/8/2024). 

Usai dikeringkan, emping jagung digoreng hingga diberi bumbu penyedap rasa.

Ani bertahun-tahun menerapkan cara pengolahan itu. Sebab, cara lama pembuatan emping dinilai Ani kurang efisien. 

Baca juga: Cara Pakai Shampo Kertas Ciptaan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo

Kebiasaan warga Gorontalo merendam adonan terlalu lama dianggap bisa mengubah cita rasa emping.

Kini emping jagung buatan Ani telah dijual ke Arab Saudi dan Jepang.

"Itu sekarang masih dalam proses (hak) paten," tuturnya.

Saat ditanyakan soal ketersediaan bahan mentah binte kiki, Ani menegaskan tak khawatir.

"Kalau itu saya tidak khawatir. Justru binte kiki bisa dibudidayakan," ujar Ani.

Demi menjaga stok binte kiki tetap tersedia, kata Ani, pihaknya mendorong upaya sosialisasi kepada pelaku UMKM. Pihaknya juga pun bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Ani menyebut dirinya mendapat anggaran Rp1,5 miliar dari Kemenristekdikti RI. Ada pula pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato.

Baca juga: 5 Kuliner Berbahan Jagung Gorontalo, dari Puding hingga Sup

"Bahkan saya dibelikan alat oleh Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato," akunya.

Namun total anggaran miliaran rupiah tersebut diterima secara bertahap mulai 2017 hingga 2019.

Semua anggaran itu digunakan Ani untuk produksi dan pemberdayaan pelaku UMKM.

"Untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena memang, mohon maaf, banyak orang-orang kita itu mereka tidak banyak menggali apa yang ada, tapi memanfaatkanapa yang sudah ada. Seperti itu," paparnya.

Padahal, kata Ani, emping jagung sebetulnya bisa membantu usahawan memperbaiki perekonomian.

"Jagung yang tadi dibeli Rp4 ribu satu kilo. Kalau dia sudah jadikan emping, bahkan dia sampai 14 kali lipat," tutur Ani.

Produk bernama Emping Jagung Binte'u itu dibawa hingga ke Negeri Sakura.

Kendatipun permintaan di luar negeri cukup tinggi, Ani memprioritaskan pengembangan emping di Gorontalo. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved