Jumat, 6 Maret 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Ani Mustafa Hasan Ungkap Cara Efisien Olah Jagung Lokal Gorontalo jadi Emping Bernilai Jual Tinggi

Jagung lokal Gorontalo atau dikenal sebagai Binte Kiki memiliki daya jual tinggi apabila diolah secara baik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ani Mustafa Hasan Ungkap Cara Efisien Olah Jagung Lokal Gorontalo jadi Emping Bernilai Jual Tinggi
TribunGorontalo.com/Jil
Prof. Dr. Ani Mustafa Hasan, M.Pd, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat wawancara doorstep Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jumat (30/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jagung lokal Gorontalo atau dikenal sebagai Binte Kiki memiliki daya jual tinggi apabila diolah secara baik.

Menurut Ani Mustafa Hasan, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Binte Kiki dapat diolah menjadi emping jagung.

Jagung lokal dianggap tidak mudah rapuh sehingga cocok dijadikan emping.

"Kalau Binte Bisidua (jagung berbiji besar) itu lebih banyak tepungnya. Untuk dipipihkan dia mudah pecah," jelas Ani Mustafa Hasan, saat konferensi pers Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Grand Q Hotel pada Jumat (30/8/2024) sekira pukul 13.30 Wita.

Eks Wakil Rektor UNG itu menambahkan, emping jagung sejatinya sangat mudah diolah.

Hanya saja, para pelaku usaha di Gorontalo disebut belum mampu mengolah jagung (binte) secara optimal.

Melalui penelitiannya, Ani menemukan fakta bahwa masyarakat Gorontalo kurang efisien dalam pembuatan emping jagung.

Dosen Wirausaha itu mengaku emping jagung buatannya memiliki cita rasa yang kuat.

Cara pengolahan emping jagung milik Ani Mustafa sejatinya sama seperti emping pada umumnya. Hanya tata cara pengolahan berbeda. 

Baginya, rata-rata pedagang merendam bahan emping jagung selama satu malam.

"Emping jagung ketika itu direndam, itu sudah tidak berasa jagung," ungkapnya.

Eks Direktur Pascasarjana UNG itu hanya mengolah emping dalam waktu empat jam saja.

Mula-mula jagung direbus menggunakan air kapur. 

Setelah direbus, jagung dicuci bersih, lalu dikukus kembali selama empat jam.

Kemudian adonan jagung dipipihkan dan dikeringkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved