Banjir di Bone Bolango

Daftar Desa dan Jumlah Jiwa Terdampak Banjir Bandang Bone Bolango Gorontalo

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, Achril Y Babyonggo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan men

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Sejumlah rumah di Bone Bolango, Gorontalo, terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa, sejak Senin (26/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, telah memaksa ribuan warga mengungsi dan membutuhkan makanan siap saji secara mendesak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, Achril Y Babyonggo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan dua dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.

"Kami telah menyiapkan dua dapur umum untuk kebutuhan mendesak dari ribuan orang yang terdampak banjir," ungkap Achril kepada TribunGorontalo.com pada Selasa (27/8/2024).

Satu dapur umum terletak di Kantor BPBD Bone Bolango, melayani wilayah Suwawa dan Kabila, sedangkan dapur umum lainnya didirikan di Bone Pantai untuk membantu warga di pesisir.

Menurut Achril, kebutuhan utama saat ini adalah makanan siap saji, terutama bagi korban yang berada di tiga kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Bone, Suwawa Selatan, dan Bone Pantai.

"Yang paling parah itu di Bone Pantai, tepatnya di Desa Bilungala, di mana banjir bandang telah menggenangi sekitar 60 rumah," jelasnya.

Kerusakan yang diakibatkan banjir di Desa Bilungala sangat signifikan, dengan 8 rumah rusak berat dan 4 di antaranya hanyut terbawa arus.

Ratusan warga dari desa-desa yang terendam banjir kini harus mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi lain yang aman.

Di Kecamatan Bone, Desa Taludaa tercatat ada 68 kepala keluarga (kk) atau 223 jiwa yang terdampak, sementara di Desa Masiaga, sebanyak 121 kk atau 475 jiwa harus menghadapi dampak dari banjir tersebut.

Sementara itu, di Kecamatan Bone Pantai, Desa Bilungala dengan 168 kk atau 400 jiwa menjadi salah satu daerah paling terdampak. Desa Tunas Jaya masih dalam proses pendataan.

Kecamatan Suwawa Selatan juga tak luput dari bencana ini, dengan Desa Bonda Raya yang mengalami dampak pada 82 kk atau 280 jiwa, dan Desa Bonedaa yang masih dalam proses pendataan oleh BPBD Bone Bolango.

Selain pemukiman, banjir juga merendam dua sekolah di Desa Taludaa dan Bilungala, mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.

Achril menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan jebolnya beberapa tanggul serta meningkatnya aliran anak sungai di tiga kecamatan.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, namun beberapa sarana dan prasarana rusak," ujarnya.

Dengan kondisi yang masih rawan, Achril mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.

"Saat ini kondisi banjir sudah berangsur turun, tapi masyarakat masih mengungsi karena kami masih menghadapi kendala di tanggul yang jebol. Jadi, kami harus menunggu air sungai surut dulu," tandasnya. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved