Gorontalo Terkini
Gas Air Mata dan Water Cannon Paksa Mundur Massa Aksi di DPRD Provinsi Gorontalo
Massa aksi yang sebelumnya berkumpul dengan penuh semangat, akhirnya dipaksa mundur setelah polisi menggunakan gas air mata dan semprotan water cannon
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Water-Cannon-semprotkan-air-ke-arah-mahasiswa-yang-menuntut-penolakan-revisi-UU-Pilkada.jpg)
Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo tampak lengang pada Jumat (23/8/2024), ketika ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung tersebut.
Di tengah aksi besar yang menuntut pembatalan revisi UU Pilkada, pimpinan tertinggi DPRD Provinsi Gorontalo, baik ketua maupun wakil ketua, tidak terlihat berada di tempat.
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan hanya segelintir anggota legislatif yang hadir di kantor pada hari itu.
Suasana di gedung yang biasanya sibuk mendadak sepi, seolah mengisyaratkan ketidakhadiran para pimpinan di tengah situasi yang memanas.
Satu-satunya anggota DPRD yang terlihat di lokasi adalah Ketua Komisi I, AW. Thalib, seorang politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Thalib diketahui berada di ruang komisi dan menurut rencana, dialah yang akan menemui massa aksi yang telah memadati halaman kantor DPRD.
"Tidak ada pimpinan dan wakil-wakilnya," ujar Yani Uno, Pelaksana Harian Sekretaris Dewan (Plh Sekwan) DPRD Provinsi Gorontalo, saat dikonfirmasi terkait ketidakhadiran para pimpinan DPRD tersebut.(*)