Gorontalo Terkini
Gas Air Mata dan Water Cannon Paksa Mundur Massa Aksi di DPRD Provinsi Gorontalo
Massa aksi yang sebelumnya berkumpul dengan penuh semangat, akhirnya dipaksa mundur setelah polisi menggunakan gas air mata dan semprotan water cannon
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Water-Cannon-semprotkan-air-ke-arah-mahasiswa-yang-menuntut-penolakan-revisi-UU-Pilkada.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo pada Jumat (23/8/2024) memanas hingga berujung pada tindakan tegas dari aparat kepolisian.
Massa aksi yang sebelumnya berkumpul dengan penuh semangat, akhirnya dipaksa mundur setelah polisi menggunakan gas air mata dan semprotan water cannon.
Kericuhan dimulai ketika massa aksi yang berada di pintu selatan gedung DPRD mulai semakin agresif.
Aparat kepolisian yang bertugas sempat melakukan berbagai upaya humanis untuk meredam gejolak, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Massa yang terus mendesak memaksa polisi mengambil langkah lebih keras.
Dengan kekuatan penuh, water cannon diarahkan ke barisan depan massa aksi, membuat mereka lari tunggang-langgang menuruni bukit Puncak Botu, tempat kantor DPRD Provinsi Gorontalo berada.
Gas air mata juga disemprotkan untuk membubarkan kerumunan yang semakin sulit dikendalikan.
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi, menjelaskan bahwa tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena situasi di lokasi aksi sudah tidak lagi kondusif.
"Tidak ada upaya mencelakai, kami sudah berusaha humanis," tegas Irjen Pudji, menanggapi langkah yang diambil aparat.
Jenderal bintang dua itu juga menekankan bahwa pihak kepolisian sebenarnya berniat mengawal massa aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan damai.
Namun, ketika situasi di lapangan semakin memanas, tindakan tegas menjadi tidak terhindarkan untuk menjaga keamanan.
Setelah situasi sedikit reda, personel kepolisian kembali membentuk barisan di sekitar pintu masuk gedung DPRD untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gelombang protes lanjutan.
Polisi terus bersiaga penuh di lokasi, memastikan tidak ada lagi kerusuhan yang terjadi.
Situasi di lokasi aksi masih terus dipantau ketat oleh aparat, sementara massa aksi yang sempat mundur mulai kembali berkumpul di titik yang lebih jauh dari gedung DPRD.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Menghilang
Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo tampak lengang pada Jumat (23/8/2024), ketika ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung tersebut.
Di tengah aksi besar yang menuntut pembatalan revisi UU Pilkada, pimpinan tertinggi DPRD Provinsi Gorontalo, baik ketua maupun wakil ketua, tidak terlihat berada di tempat.
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan hanya segelintir anggota legislatif yang hadir di kantor pada hari itu.
Suasana di gedung yang biasanya sibuk mendadak sepi, seolah mengisyaratkan ketidakhadiran para pimpinan di tengah situasi yang memanas.
Satu-satunya anggota DPRD yang terlihat di lokasi adalah Ketua Komisi I, AW. Thalib, seorang politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Thalib diketahui berada di ruang komisi dan menurut rencana, dialah yang akan menemui massa aksi yang telah memadati halaman kantor DPRD.
"Tidak ada pimpinan dan wakil-wakilnya," ujar Yani Uno, Pelaksana Harian Sekretaris Dewan (Plh Sekwan) DPRD Provinsi Gorontalo, saat dikonfirmasi terkait ketidakhadiran para pimpinan DPRD tersebut.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.