Berita dari Pohuwato

Pedagang Buah di Pasar Tradisional Marisa Gorontalo Mengeluh Sepi Pembeli

Ronal Ambungi (47), salah satu pedagang buah di pasar tersebut, mengungkapkan keluhannya kepada TribunGorontalo.com pada Sabtu (27/07/2024).

|
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Rahman Halid, TribunGorontalo.com
Lapak buah di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu (28/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Para pedagang buah di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, tengah menghadapi situasi sulit akibat minimnya pembeli yang datang ke lapak mereka.

Ronal Ambungi (47), salah satu pedagang buah di pasar tersebut, mengungkapkan keluhannya kepada TribunGorontalo.com pada Sabtu (27/07/2024).

Menurut Ronal, berbagai jenis buah seperti pisang, umbi jalar, ketimun, dan ubi kayu tidak banyak diminati pembeli meskipun telah dijual dengan harga yang cukup murah.

Baca juga: Bukit Proja: Dari Sawah, Mebel, Hingga Jadi Wisata Air Favorit di Kabupaten Gorontalo

"Pisang saya jual seharga Rp 8 ribu per sisir, tapi tetap saja sepi pembeli. Padahal, di luar pasar harganya bisa mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per sisir," ujar Ronal.

Ia menjelaskan bahwa ada sekitar tujuh pedagang buah lainnya yang mengalami nasib serupa. Buah-buahan mereka seringkali busuk karena tidak ada yang membeli.

Menurut Ronal, ada beberapa alasan mengapa pembeli jarang datang ke pasar tradisional ini.

Baca juga: Partai Golkar Intensif Bangun Koalisi untuk Pilkada Gorontalo 2024

Pertama, bukan bulan Ramadan, di mana biasanya permintaan buah meningkat untuk membuat rujak atau es buah.

"Selama bulan Ramadan, penjualan buah biasanya lebih baik karena banyak yang membutuhkannya untuk berbuka puasa,” katanya.

Alasan lainnya adalah banyaknya penjual buah yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, sehingga membuat pembeli lebih memilih membeli di sana daripada harus masuk ke pasar.

Selain itu, lokasi lapak buah di Pasar Tradisional Marisa juga kurang strategis dan tersembunyi, sehingga tidak banyak orang yang melintasi area tersebut.

Ronal berharap para pedagang buah di Pasar Tradisional Marisa bisa mendapatkan tempat yang lebih strategis dan ramai dilewati orang.

"Kami berharap pemerintah atau pengelola pasar bisa membantu kami mendapatkan lokasi yang lebih baik. Saat ini, lapak kami berada di tempat yang tersembunyi, sehingga jarang ada pembeli yang lewat," ungkapnya.

Para pedagang buah di pasar juga berharap agar ada upaya promosi atau event khusus yang bisa menarik lebih banyak pembeli datang ke pasar tradisional Marisa.

"Jika ada event atau promosi, mungkin bisa menarik lebih banyak orang untuk datang dan berbelanja di pasar khusus buah. Ini akan sangat membantu kami," tutup Ronal. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved