Rabu, 11 Maret 2026

Tribun Wisata

Bukit Proja: Dari Sawah, Mebel, Hingga Jadi Wisata Air Favorit di Kabupaten Gorontalo

Nama "Proja" sendiri merupakan akronim dari Profil Jaya, yang merujuk pada sebuah perusahaan mebel yang didirikan oleh Iskandar Manggopa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bukit Proja: Dari Sawah, Mebel, Hingga Jadi Wisata Air Favorit di Kabupaten Gorontalo
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
Suasana Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (28/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bukit Proja, sebuah destinasi wisata taman kreasi air yang terletak di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, telah menjadi favorit baru bagi warga setempat sejak diresmikan pada 25 April 2022.

Meski demikian, tidak banyak yang mengetahui sejarah di balik pembangunan objek wisata ini.

Nama "Proja" sendiri merupakan akronim dari Profil Jaya, yang merujuk pada sebuah perusahaan mebel yang didirikan oleh Iskandar Manggopa.

Baca juga: Pasca Banjir di Kota Gorontalo, Warga Bantaran Sungai Bone Kembali Beraktivitas Biasa

Iskandar memulai usahanya jauh sebelum mendirikan CV. Profil Jaya pada tahun 1997. Sebelumnya, ia berkecimpung dalam usaha pemotongan padi menggunakan mesin.

"Dulu saya menghimpun sejumlah pekerja, usahanya pemotongan padi menggunakan mesin," ujar Iskandar saat diwawancarai TribunGorontalo.com pada Minggu (28/7/2024).

Usaha tersebut berkembang pesat, dan Iskandar berhasil mengumpulkan cukup modal untuk memulai bisnis baru.

Baca juga: Bagus Mana Samsung Galaxy Z Fold 6 Vs iPhone 15? Cek Perbandingan Spesifikasi dan Harga Kedua HP

Ketika bisnis pemotongan padi mulai banyak pesaing, Iskandar memutuskan untuk beralih ke usaha mebel.

Pada tahun 1997, ia mendirikan CV. Profil Jaya yang kemudian tumbuh menjadi bisnis yang sukses dengan sekitar 200 karyawan.

Usaha mebelnya juga sering mensponsori berbagai kegiatan, termasuk acara-acara besar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo.

Namun, seperti halnya usaha pemotongan padi, bisnis mebel juga mulai menghadapi banyak kompetitor.

Pada tahun 2001, Iskandar memutuskan untuk terjun ke dunia politik, meskipun ia tetap menjalankan bisnis mebelnya.

Latar belakang pembangunan Bukit Proja berawal dari keresahan Iskandar yang merasa bosan dengan aktivitas di area perumahan.

Ia berbagi cerita dengan seorang kawannya dari Medan yang memiliki keresahan serupa. Dari pertemuan itu, Iskandar terinspirasi untuk mencari tempat yang lebih tenang dan nyaman.

Ia melakukan survei di sejumlah lokasi di Kecamatan Limboto Barat dan akhirnya menemukan lahan seluas 1,5 hektar di Desa Pone.

Lokasi ini dianggap strategis karena menawarkan udara segar dan ketenangan yang diinginkan Iskandar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved