Jumat, 13 Maret 2026

Human Interest Story

Sosok Sersan Ishak Nur, Babinsa Gorontalo Inisiasi Masyarakat Bangun Masjid dari Jualan Hasil Kebun

Sersan Ishak Nur (43), TNI yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 1315/03 Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Sersan Ishak Nur, Babinsa Gorontalo Inisiasi Masyarakat Bangun Masjid dari Jualan Hasil Kebun
TribunGorontalo.com/Herjianto
Sersan Ishak Nur sosok Babinsa Koramil 1315/03 Tabongo merenovasi Masjid Al-Muhajirin di Desa Dungaliyo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sersan Ishak Nur (43), TNI yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 1315/03 Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Pada 2014, awal mula Ishak ditugaskan di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.

"Dan saat ini sudah sekitar 10 tahun saya aktif disini," ujar Ishak saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (24/7/2024).

Ia menjadi sosok yang aktif membina masyarakat sesuai dengan tugas pokok Babinsa.

Ada kisah unik yang diceritakan Ishak ketika ia mengabdi di Kecamatan Dungaliyo.

Ia mengaku tergerak hati karena kondisi Masjid Al-Muhajirin di Desa Dungaliyo

"Saya dan masyarakat prihatin dengan kondisi masjid," tukasnya.

Pasalnya, sejumlah fasilitas seperti dinding, lantai, dan atap masjid sering dikeluhkan masyarakat.

Namun revitalisasi dan perbaikan masjid tak kunjung mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

Ishak kemudian tergerak hatinya untuk menginisiasi pembangunan masjid tersebut.

"Awalnya ada masukan, mereka tambah-tambah (patungan) kumpul uang untuk perbaikan masjid," bebernya.

Namun cara itu kurang efektif, banyak warga mengeluh karena tidak punya uang.

Ishak kemudian merenung dan memikirkan solusi terbaik untuk perbaikan masjid tersebut.

Hingga akhirnya, pria kelahiran Mataram 5 Februari 1981 ini mengusulkan biaya pembangunan masjid dari hasil perkebunan.

"Mereka ini rata-rata petani, dan mereka sendiri hanya bisa sumbang hasil pertanian," imbuhnya.

Ia pun menjadi inisiator dalam mengumpulkan hasil kebun seperti ubi, jagung, pisang, kelapa dan lain-lainnya untuk selanjutnya dijual ke pasar.

"Ada juga yang sumbang kayu dari batang kelapa," jelas dia.

Baca juga: Cerita Sapira Umuri jadi Tukang Sapu Jalanan demi Nafkahi Keluarga, Berharap Dapat Pekerjaan Layak

Dari hasil penjualan itu, uangnya diserahkan ke bendahara panitia. Kemudian dana dialokasikan pada pembelian bahan-bahan bangunan.

Akhirnya di bulan September tahun 2021, proses pengerjaan masjid pun dimulai.

"Kegiatan kami lakukan secara swadaya, gotong royong bersama masyarakat," ujar Ishak.

Masjid yang awalnya berukuran 5x7 meter itu, setelah dilakukan rehab dan pembangunan baru, masjid menjadi lebih luas dengan ukuran 11x12 meter.

"Pekerjaan selesai pada Oktober 2022, jadi kurang lebih sekitar 16 bulan pengerjaan," tandasnya.

Ishak mengucap syukur dan terima kasih atas kerja sama masyarakat dalam pembangunan masjid tersebut.

"Yang awalnya kita pikir mustahil, tapi kalau sudah diniatkan pasti ada jalan," ucapnya.

Kini Ishak masih aktif menjadi Babinsa dan tinggal bersama istri dan anaknya di Kabupaten Gorontalo. 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto)

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved