Kamis, 12 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

Longsor Tebal, Evakuasi Korban Tambang Ilegal Suwawa Gorontalo Butuh Helikopter dan Alat Berat

Kapolda Provinsi Gorontalo Irjen Pol Pudji Prasentijanto mengaku masih membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses evakuasi korban longsor

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Longsor Tebal, Evakuasi Korban Tambang Ilegal Suwawa Gorontalo Butuh Helikopter dan Alat Berat
TribunGorontalo.com/Herjianto
Tim SAR menghentikan sementara evakuasi korban longsor tambang Suwawa menggunakan helikopter, Rabu (10/7/2024) pagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapolda Provinsi Gorontalo Irjen Pol Pudji Prasentijanto mengaku masih membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses evakuasi korban longsor tambang Ilegal di Desa Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

Kepolisian sangat kesulitan melakukan proses pencarian warga dilakukan secara manual, karena ketebalan dari longsor

"Kami masih sangat membutuhkan khususnya seperti helikopter, serta alat berat, karena kalau dilakukan secara manual itu sangat susah," jelasnya Kamis (11/7/2024) 11/7/2024)

Tim SAR mengerahkan alat berat ekskavator ke lokasi longsor di Tambang Suwawa, Kabupaten Bone Bolang, Provinsi Gorontalo pada Selasa 9 Juli 2024
Tim SAR mengerahkan alat berat ekskavator ke lokasi longsor di Tambang Suwawa, Kabupaten Bone Bolang, Provinsi Gorontalo pada Selasa 9 Juli 2024 (Basarnas Gorontalo)

Irjen Pol Pudji mengakui proses evakuasi dengan menggunakan helikopter hanya memakan waktu 20 menit, dan bisa mengangkut 12 jenazah.

Berbeda dengan cara manual yang harus butuh waktu 10 sampai 12 jam.

"Beda kalau menggunakan manual atau jalur darat itu memakan waktu 10 sampai 12 jam dengan jumlah 1 jenazah. Minimal yang menggotong juga 16 orang. Itu kesulitan kami," jelasnya

Sejauh ini pihaknya berusaha memaksimalkan seluruh personel untuk melakukan evakuasi kepada warga.

"Kami berusaha menyampaikan melalui radio agar terjangkau disana. Karena semakin lama beban yang sudah kami temukan, itu akan menjadi buruk lagi," jelasnya 

Diketahui, Longsor terjadi di Tambang Ilegal Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024 subuh.

Tambang tersebut terletak di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Korban meninggal sudah mencapai 26 orang, sedangkan orang dalam pencarian sebanyak 31 orang. (*/Rhendi)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved