Banjir di Kota Gorontalo
Ditetapkan Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Gorontalo Gelar Salat Tolak Bala
Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan wilayah Kota Gorontalok dalam darurat banjir di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-di-Jalan-Nani-Wartabone-77888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan wilayah Kota Gorontalo dalam tanggap darurat banjir di Provinsi Gorontalo.
Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengarahkan untuk melaksanakan Salat Tolak Bala (Shalat Lidaf'ill Bala).
Pemerintah Kota Gorontalo turut melaksanakan di Masjid Al Mukhlisin, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid mengungkapkan dalam salat tersebut berdoa untuk tiga daerah.
Yakni Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo.
"Karena bencana melanda tiga daerah, jadi diimbau (oleh Pemprov) untuk bisa melaksanakan salat tolak bala," kata Ismail kepada wartawan, Jumat (12/7/2024).
Ismail berharap melalui terlaksananya salat tersebut wilayah di Kota Gorontalo dapat pulih kembali.
Terlebih di beberapa titik air masih tinggi seperti di Jalan Nani Wartabone.
Bahkan di Masjid Baiturrahim, tampak tidak seramai seperti biasanya. Kendaraan biasa belum dapat lewat dari jalan tersebut.
"Apa yang kita laksanakan ini semoga dijawab Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tambahnya.
"Banyak yang harus kita lakukan, terutama dampak banjir. Melaksanakan kegiatan pasca, baik itu infrastruktur dan kegiatan sosial," jelasnya.
Hari hujan belum turun di Kota Gorontalo. Matahari tampak terik dan awan begitu cerah.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, beberapa Kabupaten termasuk Kota Gorontalo, di Provinsi Gorontalo berpotensi hujan lebat sejak 10-12 Juli 2024.
Di beberapa area Kota Gorontalo sudah ada yang surut. Warga langsung membersihkan bekas banjir.
Walau begitu, masih ada ruas jalan yang belum bisa dilalui kendaraan bermotor seperti di Jl Nani Wartabone, Perempatan Masjid Baiturrahim.
Basarnas dan BPBD Kota Gorontalo terus berupaya mengungsikan warga yang belum sempat mengungsi.
Tempat pengungsian masih dibuka. Pengusi di Rumah Dinas dan Kantor Walikota Gorontalo terus bertambah.
Hingga kini berjumlah 415 orang di Bhanthayo Lo Yiladia (BLY), termasuk anak-anak, lansia, dan dewasa. (*)
| BWS Sulawesi II Gorontalo Izinkan Warga Jebol Tanggul, Janji Kirim Alat Besar di Kelurahan Dembe |
|
|---|
| Muak 7 Bulan Rumah Tergenang Banjir, Warga Dembe Kota Gorontalo Nekat Jebol Tanggul Danau Limboto |
|
|---|
| 2 Bulan Pasutri Korban Banjir Ini Tinggal di Tenda, Hanya Bisa Pasrah Menunggu Bantuan Pemerintah |
|
|---|
| SDN 13 Kota Barat Gorontalo Masih Terendam Banjir, Libur Terpaksa Diperpanjang |
|
|---|
| BNPB Gelontorkan Dana Tanggulangi Darurat Bencana Provinsi Gorontalo Rp 2 Miliar |
|
|---|