Longsor Tambang Emas Suwawa
Cerita Kasiati Panunu, Cari Anaknya di Posko Longsor Tambang Ilegal Suwawa Gorontalo
Cerita Kasiati Panunu (67) warga Paguyawan, Kabupaten Boalemo, datang bersama tiga orang anaknya ke Posko SAR Terpadu untuk menanyakan keberadaan a
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasiati-Panunu-warga-Paguyawan-yang-datang-ke-Posko-SAR-Terpadu-ddd.jpg)
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -- Cerita Kasiati Panunu (67) warga Paguyawan, Kabupaten Boalemo, datang bersama tiga orang anaknya ke Posko SAR Terpadu untuk menanyakan keberadaan anaknya, Kamis 11 Juli 2024.
Pasalnya, ia mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah ditemukan.
Hal tersebut dikatakan saat ditemui di Posko SAR Terpadu.
"Saya dapat informasi bahwa anak saya ditemukan. Tapi ketika datang katanya belum ada," kata dia.
Ia menuturkan terpaksa datang karena tak ada kabar dari anaknya tersebut.
Padahal, istri dari anaknya yang bernama Sofianti Daud sudah ditemukan.
"Istrinya sudah ditemukan tadi, namanya ada di sini, tapi yang saya heran dia tak memberikan kabar," tegas dia.
Sambil meneteskan air mata, ia berharap anaknya bisa ditemukan.
"Ini sudah hari keempat. Saya harap bisa ditemukan dengan selamat," ungkapnya.
Kasiati menuturkan masih akan mencari istri dari anaknya untuk melakukan konfirmasi terkait nasib dari anaknya tersebut.
"Kami masih akan cari istrinya dulu," tegas dia.
Diketahui, Longsor terjadi di Tambang Ilegal Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024 subuh.
Tambang tersebut terletak di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Korban meninggal sudah mencapai 26 orang, sedangkan orang dalam pencarian sebanyak 31 orang. (Nielton/)
| Respons Polda Gorontalo soal Tambang Emas Ilegal Suwawa Tewaskan 27 Orang dan 14 Hilang |
|
|---|
| Anggota DPRD Bone Bolango Sepakat Tambang Emas Ilegal Suwawa Ditutup Sementara |
|
|---|
| Jaga-jaga Ada yang Nekat, Penutupan Tambang Emas Suwawa Gorontalo Diperketat |
|
|---|
| Kisah Jurnalis Gorontalo Meliput Longsor Tambang Emas, 5 Jam Jalan Kaki hingga Jatuh ke Lumpur Hidup |
|
|---|
| Bukan Bencana Alam Biasa, 2 Dosen Geologi UNG Gorontalo Ungkap Penyebab Longsor Tambang Suwawa |
|
|---|