Longsor Tambang Emas Suwawa
Kapolda Gorontalo Marah-marah di Lokasi Korban Longsor Tambang Suwawa 'Jangan Hanya Diskusi'
Kapolda Gorontalo IrjenPol Pudji Prasetijanto Hadi menunjukkan kemarahannya saat proses persiapan evakuasi korban tambang longsor Suwawa.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolda-Gorontalo-Brigjen-Pol-Pudji-Prasetijanto-Hadi-mengenakan-kacamata.jpg)
Dua hari pertama, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena kondisi medan tidak memungkinkan dilalui alat berat.
Namun hari ketiga, Selasa (9/7/2024), satu Helikopter jenis AW-169 diterbangkan menuju lokasi tambang Suwawa untuk mengangkut jasad korban longsor.
Helikopter terbang tepat pukul 10.16 Wita. Tepat pukul 10.34 Wita, helikopter itu sudah kembali membawa empat korban meninggal dunia dalam kantong mayat.
Beberapa saat kemudian, helikopter itu terbang lagi ke lokasi pertambangan.
Setidaknya sembilan mayat dibawa menuju posko induk KPP Gorontalo.
Diketahui, helikopter jenis AW-169 P-3304 itu didatangkan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: 8 Jam Tim Evakuasi Korban Longsor Tambang Suwawa Gorontalo Jalan Kaki, Lewati Jurang hingga Sungai
Daftar Korban Meninggal Dunia
1. Fatma Afita: Perempuan berusia 40 tahun
2. Dewa Saputra: Laki-laki berusia 4 tahun
3. Samsiar: Laki-laki berusia 48 tahun
4. Alfian Manege: Laki-laki berusia 17 tahun
5.Lukman: Laki-laki
6. Alfian Mamonto: Laki-laki berusia 28 tahun
7. Rahmat Nurhamidi/L/21 Thn
8. Rina Muhammad: Perempuan berusia 50 tahun
9. Ramlah Kumuria: Laki-laki berusia 40 tahun
10. Rudin Kunye: Laki-laki berusia 55 tahun
11. Sosok perempuan, belum terindifikasi.
Sementara 9 korban lainnya masih di lokasi pertambangan.
(TribunGorontalo.com/Arianto)