Longsor Tambang Emas Suwawa
Kapolda Gorontalo Marah-marah di Lokasi Korban Longsor Tambang Suwawa 'Jangan Hanya Diskusi'
Kapolda Gorontalo IrjenPol Pudji Prasetijanto Hadi menunjukkan kemarahannya saat proses persiapan evakuasi korban tambang longsor Suwawa.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolda-Gorontalo-Brigjen-Pol-Pudji-Prasetijanto-Hadi-mengenakan-kacamata.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa – Kapolda Gorontalo Irjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi menunjukkan kemarahannya saat proses persiapan evakuasi korban tambang longsor Suwawa.
Diketahui sebanyak tujuh korban meninggal dunia di Tambang Emas Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo diangkut oleh Helikopter AW-169.
Namun sebelum korban tiba di lokasi posko induk Tim SAR Gorontalo, Pudji meminta tim mempersiapkan tempat pemandian jenazah di depan Kantor Desa Poduwoma, Suwawa Timur.
Lokasi itu dipilih karena berdekatan dengan landasan Helikopter AW-169, sehingga memudahkan proses pembersihan jenazah.
Kemarahan Kapolda muncul diduga karena tempat landasan dan pemandian dicari sendiri oleh Tim Gabungan di sekitar posko induk Tim SAR Gorontalo.
Pudji bahkan menyentil nama Bupati dan Gubernur ketika hendak menuju lokasi landasan Helikopter AW-169.
"Kerja gitu loh. Bupati yang memutuskan tempat. Bupati, gubernur," ucapnya ketika hendak mengecek lokasi pembersihan jenazah dan landasan Helikopter AW-169 di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango Gorontalo, Selasa (9/7/2024)
Puncak kemarahan Pudji ketika melihat proses persiapan evakuasi korban belum tersedia, kendati Helikopter sudah siap untuk menjemput.
"Jangan hanya diskusi, kerja yang penting, disini tidak ada diskusi lagi," tegasnya
Lebih lanjut, Kapolda Jebolan Akpol 1989 itu bahkan menyinggung korupsi. Pudji mengatakan tak segan-segan mengecek persoalan korupsi.
Tidak diketahui pasti siapa menjadi sasaran kemarahan Kapolda Gorontalo tersebut.
Di waktu bersamaan, Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo Rudy Salahuddin dan Bupati Bone Bolango Merlan Uloli juga meninjau lokasi pembersihan jenazah.
Pantauan TribunGorontalo.com, Penjagub Rudy dan Bupati Merlan baru menginjakkan kaki di Posko Tim SAR Gorontalo pada Selasa 9 Juli 2024 atau hari ke-3 pencarian korban tambang longsor.
Helikopter AW-169 Diterbangkan ke Lokasi Tambang Emas
Proses evakuasi korban di Tambang Suwawa, Gorontalo terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas Gorontalo dan TNI/Polri.
Dua hari pertama, proses evakuasi masih dilakukan secara manual karena kondisi medan tidak memungkinkan dilalui alat berat.
Namun hari ketiga, Selasa (9/7/2024), satu Helikopter jenis AW-169 diterbangkan menuju lokasi tambang Suwawa untuk mengangkut jasad korban longsor.
Helikopter terbang tepat pukul 10.16 Wita. Tepat pukul 10.34 Wita, helikopter itu sudah kembali membawa empat korban meninggal dunia dalam kantong mayat.
Beberapa saat kemudian, helikopter itu terbang lagi ke lokasi pertambangan.
Setidaknya sembilan mayat dibawa menuju posko induk KPP Gorontalo.
Diketahui, helikopter jenis AW-169 P-3304 itu didatangkan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: 8 Jam Tim Evakuasi Korban Longsor Tambang Suwawa Gorontalo Jalan Kaki, Lewati Jurang hingga Sungai
Daftar Korban Meninggal Dunia
1. Fatma Afita: Perempuan berusia 40 tahun
2. Dewa Saputra: Laki-laki berusia 4 tahun
3. Samsiar: Laki-laki berusia 48 tahun
4. Alfian Manege: Laki-laki berusia 17 tahun
5.Lukman: Laki-laki
6. Alfian Mamonto: Laki-laki berusia 28 tahun
7. Rahmat Nurhamidi/L/21 Thn
8. Rina Muhammad: Perempuan berusia 50 tahun
9. Ramlah Kumuria: Laki-laki berusia 40 tahun
10. Rudin Kunye: Laki-laki berusia 55 tahun
11. Sosok perempuan, belum terindifikasi.
Sementara 9 korban lainnya masih di lokasi pertambangan.
(TribunGorontalo.com/Arianto)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.